Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Patroli 1 Desember, polisi awasi tempat ibadah

Sebanyak 3 SSK personel gabungan TNI/Polri disiagakan dalam patroli besar untuk pengamanan 1 Desember 2019 yang tepat pada hari Minggu. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

TNI dan Polri agar tidak memberikan label negatif terhadap perayaan 1 Desember oleh Orang Asli Papua.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Aparat kepolisian mengawasi tempat ibadah dalam kegiatan patroli 1 Desember 2019. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi kelompok-kelompok tertentu yang berkamuflase ibadah dengan tujuan lain.

“Untuk ibadah di Gereja tentu akan ada pengamanan tapi kami juga tetap antisipasi kelompok-kelompok yang berkamuflase mengatas namakan agama”,  ujar Kapolres Manokwari, Ajun Komisaris Besar Deddy F.Millewa, kepada Jubi, Sabtu (30/11/2019).

Berita terkait : Markus Haluk diperiksa 6 jam dengan 29 pertanyaan karena Seruan Doa 1 Desember

Loading...
;

Peringatan 1 Desember, ELSHAM minta TNI/Polri hormati hukum KNPB minta peringatan 1 Desember diisi dengan ibadah

Dia berharap, umat Nasrani tetap menjalankan ibadah seperti biasa dengan damai untuk menyambut hari Natal. Ia juga mengimbau masyarakat tidak terprovokasi hal-hal lain yang bertentangan dengan ideologi Indonesia.

“Tugas kita hanya lindungi masyarakat, tidak ada sesuatu yang terkesan menekan untuk mencari hal-hal yang mengancam,” kata Deddy menambahkan.

Ia menegaskan jika ada oknum dan kelompok tertentu sengaja mengibarkan bendera bintang kejora, maka hal itu adalah perbuatan melawan hukum dan dapat dikategorikan sebagai perbuatan makar. Deddy menuding hal tersebut tidak menghargai hari ibadah umat Nasrani di kota Injil Manokwari.

Pada Sabtu, (30/11/2019) malam kemarin Kepolisian Manokwari menggelar pasukan. Langkah itu bukan hanya untuk pengamanan 1 Desember namun merupakan patroli biasa yang ditingkatkan dengan gabungan TNI dan Polri  3 SSK.

“Ini gelar pasukan untuk patroli skala besar gabungan TNI dan Polri maupun unsur masyarakat. Ini seperti patroli rutin yang ditingkatkan,” katanya.

Aktivis HAM di Papua Barat, Yan Christian Warinussy minta agar pemerintah, TNI dan Polri agar tidak memberikan label negatif terhadap perayaan 1 Desember oleh Orang Asli Papua.

“Pasalnya, dengan diberikannya label negatif, maka 1 Desember akan selaku menjadi ajang mendulang dana operasi keamanan yang seringkali meningkat signifikan di tanah Papua,” kata Warinussy. (*).

Editor : Edi Faisol

 

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top