Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pedagang dari luar Kota Jayapura, dilarang berjualan di Pasar Hamadi

Kadisperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Robert L. N. Awi saat diwawancara – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

 Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kota Jayapura, Robert L. N. Awi mengatakan, pedagang yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Jayapura, tidak diperbolehkan berjualan di Pasar Hamadi.

Bagi warga luar Kota Jayapura, lanjut Awi, sudah disediakan Pasar Youtefa karena merupakan pasar induk regional. Artinya, semua pedagang boleh datang dari berbagai daerah selain Kota Jayapura.

“Karena Pasar Hamadi itu khusus hanya boleh digunakan oleh warga yang memiliki KTP Kota Jayapura,” kata Awi di Kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (20/2/19).

Robert L. N. Awi mengatakan, berdasarkan pendataan yang dilakukan Disperindagkop dan UMKM, diketahui saat ini pedagang yang berjualan di pasar Hamadi hampir mencapai 1.000 pedagang. Jumlah ini terbagi menjadi tiga klasifikasi, yakni 372 pedagang kios, 200 pedagang los dan 400 pedagang pelataran. Dari jumlah tersebut, ternyata ada pedagang yang berasal dari luar kota Jayapura.

Loading...
;

“Pedagang dari luar Kota Jayapura ada, terutama pedagang dari Kabupaten Keerom dan Kabupaten Jayapura. Ini kami dapatkan informasi dari para pedagang sendiri, yang merasa keberatan dengan kehadiran para pedagang dari luar Kota Jayapura karena Pasar Hamadi adalah pasar kota,” ungkapnya.

Salah seorang penjual pinang Agustina Yaboisembut yang berasal dari Kabupaten Jayapura mengatakan, tidak keberatan bila berjualan di Pasar Youtefa asal Pemerintah melakukan penataan sehingga pedagang merasa nyaman. Menurutnya, pasar Youtefa saat ini tak layak dipakai berjualan.

“Saya jualan di Pasar Hamadi karena di Pasar Youtefa kalau sudah hujan banjir, pedagangnya juga banyak. Kalau memang dilarang saya siap saja pindah asal Pasar Youtefa ditata dulu dengan rapi dan bersih,” katanya.

Menurut Yaboisembut, pasar merupakan tempat ia mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhannya sehari-sehari, seperti, kebutuhan keluarga dan anak sekolah.

Pedagang lainnya, Natalia Sanggrangbano, asal Kabupaten Jayapura mengaku, tidak berjualan di Pasar Pharaa, Sentani, Kabupaten Jayapura karena banyaknya pungutan liar.

“Kami tidak betah berjualan di sana (Pasar Pharaa-red). Kalau di Pasar Hamadi ini, kami cukup hanya dengan membayar karcis, tidak ada lagi tagihan yang lain,” tuturnya. (*)

 

Editor : Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top