HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pedagang di Papua dilarang naikkan harga melebihi HET

Suasana Pasar Hamadi – Jubi/Ramah

Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi Papua mengimbau kepada seluruh distributor, pedagang, dan pihak pasar modern setempat, untuk tidak menaikkan harga barang, khususnya bahan pangan selama bulan puasa dan menjelang hari raya Idul Fitri melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, mengatakan jika ada distributor, pedagang dan pihak pasar modern yang kedapatan menaikan harga melampaui HET, maka pemerintah provinsi tak segan-segan mendorong pencabutan izin usaha.

“Tidak salah jika pengusaha harus mengambil untung. Namun, jangan sampai serakah atau berlebihan. Apalagi menjual sampai mengambil keuntungan 100 sampai dengan 200 persen,” kata Klemen Tinal, di Jayapura, Senin (13/5/2019).

Untuk itu, dirinya meminta setiap kepala daerah di setiap kabupaten/kota se-Papua, untuk melakukan operasi pasar dengan melibatkan instansi terkait, seperti Disperindag, Balai POM, Bank dan lainnya. Hal ini bertujuan agar ketersediaan bahan pangan dan kestabilan harga bisa terjaga.

“Segera lakukan operasi pasar bersama instansi terkait. Dengan demikian, diharapkan masyarakat yang menjalankan ibadah puasa tidak terbebani harga yang tinggi,”

Loading...
;

“Saya sudah keliling pasar modern yang ada di Jayapura, dan saya lihat harga di Jayapura ini meningkat 200 persen daripada yang harusnya dinikmati. Barang sekarang kan sudah diangkut pakai kontainer, sebenarnya tidak ada alasan untuk mahal atau barangnya langkah,” ujarnya.

Selain memastikan stok dan harga, Wagub Klemen Tinal juga meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk mengecek tanggal kadaluarsa setiap barang yang dijual.

“Yang bisa batasi harga jual dana kualitas barang adalah mereka-mereka yang duduk dalam pemerintahan.

Masyarakat kan tidak bisa menurunkan, makanya dia pilih wakil rakyat yang akan duduk di DPR lalu bupati atau wali kota. Ya, makanya saya minta para pejabat publik ini balas dengan mengendalikan harga bapok di pasaran,”

“Intinya, saya ingin barang yang dijual di pasar tradisional, kios, dan pasar modern layak untuk dikonsumsi masyarakat,” kata Klemen Tinal dengan tegas.

Secara terpisah, Fitriyani, Ibu rumah tangga yang ditemui usai berbelanja menyatakan harga sejumlah bahan pangan tergolong stabil, hanya saja sempat terjadi kenaikan harga untuk komoditi cabai rawit dan bawang putih yang menembus angka Rp100 ribu per kilo.

Sedangkan untuk beras dan sayur mayur masih tergolong stabil, sepertinya sayur kangkung, sawi dan lainnya yang dijual dRp5 ribu per ikat.

“Di Pasar Hamadi, harga beras medium Bulog berkisar Rp10.000 – Rp11.000 per kilogram, sementara beras premium dijual dengan harga Rp13.000 – Rp15.000 per kilogram. Sedangkan harga minyak goreng curah berkisar Rp13.000 per liter, dan harga gula pasir berkisar Rp13.000 – Rp14.000 per kilogram,” kata Fitri. (*)

Editor: Syam Terrajana

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top