Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Peduli tragedi Wamena, sejumlah komunitas gelar Festival Ninebe Dapukobo

Festival Ninebe Dapukobon yang diselenggarakan di halaman Kafe Mukoko Wamena. -Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Sejumlah komunitas di Wamena menggelar Festival Ninebe Dapukobon atau Kita Bersatu (We Are One), pada Sabtu (7/12/2019), di Kafe Mukoko Wamena.

Pencetus kegiatan, Paul Silvester Korwa mengatakan, festival ini dilaksanakan spontanitas dari sejumlah komunitas, untuk membantu para korban kerusuhan Wamena, 23 September 2019 lalu.

Dikatakan, dalam festival ada berbagai bazar yang menjual kaus, suvenir, dan makanan yang hasilnya akan didonasikan kepada korban kerusuhan, baik Orang Asli Papua (OAP) maupun non-OAP.

“Kami lakukan kegiatan ini, karena kami tinggal dan cinta dengan kota ini. Kami terbentuk bukan hanya dari satu suku dan agama, tetapi dari beragam. Bahkan dari luar Indonesia seperti keluarga misionaris, turut ambil bagian dalam festival ini,” kata Korwa.

Lanjutnya, kegiatan ini merupakan inisiatif personal juga kelompok. Dana dihimpun sukarela, selanjutnya akan disalurkan kepada korban yang terdampak kerusuhan.

Loading...
;

“Kami libatkan komunitas yang ada di Wamena seperti Wamena Trada Sampah, Baliem Band, STIKIP, para pelajar yang saat ini sedang libur sekolah turut membantu. Masyarakat lokal yang sewa ruko dan terbakar, mereka juga sumbangkan kambing, sama ikan dan ada juga sumbangan hasil bakar batu untuk dijual, padahal mereka juga terkena musibah,” katanya.

“Dana yang terkumpul nanti akan disalurkan langsung, dengan cara bersama-sama turun ke lapangan. Misalnya dapat 80 juta rupiah, kami akan tanya di setiap ruko yang terbakar, itu milik siapa dan kami akan kontak. Setelah itu kami akan bagi sama rata, tetapi tidak dalam bentuk uang namun berupa voucher yang bisa dibelanjakan lagi oleh penerima,” jelasnya.

Tambahnya, jika penerima butuh bahan bangunan maka voucher itu diberikan untuk ditukarkan di toko bangunan. “Begitu juga kalau ada yang ingin mengembangkan usaha kios misalnya, meski hanya mampu untuk membeli satu karton mi instan, akan diusahakan untuk disalurkan secara merata. Kendati memang tidak semua korban akan mendapatkannya.”

Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan bibit sayuran bagi mama-mama pedagang di pasar tradisional. Walaupun mereka tidak terdampak langsung, tetapi jualan mereka sempat berkurang pembelinya.

“Bibit yang akan kami berikan ini mulai Januari nanti, seperti bibit jagung, sawi, kol, bunga kol dan daun bawang ditambah bantuan benang untuk mama-mama perajin noken di pasar. Meski memang tidak akan semua mama-mama terbantu, hanya sesuai dengan bahan bantuan yang tersedia,” katanya.

Sementara itu, dr. Ronny Oagay yang turut berpartisipasi dalam kegiatan mengatakan, kegiatan ini sebagai wujud kepedulian terhadap sesama anak bangsa, untuk meringankan beban para korban.

“Sebagai anak asli Jayawijaya kami juga turut prihatin dengan kejadian yang ada. Namun tidak bisa hanya mengharapkan pemerintah. Sebagai warga Jayawijaya baik non-Papua maupun OAP, harus bersatu membangun kembali Jayawijaya ini,” katanya.

Ia pun berharap yang terbaik untuk Wamena. “Aman dan damai, bersatu tidak perlu memandang dari suku mana, semua satu sebagai anak bangsa. Duka yang dialami teman-teman, duka kami juga. Itu menjadi niat awal untuk memberikan yang terbaik, agar daerah ini kembali seperti semula,” kata Oagay. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top