HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pejabat China sebut Hong Kong berada di titik kritis

Hong Kong malam hari, pixabay.com

Protes yang semakin bergolak membuat Hong Kong semakin terperosok ke dalam krisis politik terbesar dalam beberapa dekade.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Hong Kong, Jubi – Hong Kong berada di titik kritis setelah wilayah semi-otonomi tersebut dilanda aksi protes sejak dua bulan terakhir. “Gelombang protes anti pemerintah melumpuhkan aktivitas perekonomian dan transportasi tersebut harus dihentikan,” ujar Juru bicara Kantor Urusan Hong Kong dan Makau, Yang Guang, Senin, (12/8/2019).

Berita terkait : China sebut Hong Kong hadapi krisis terbesar

Demonstran Hong Kong ancam lumpuhkan pusat bisnis

Loading...
;

Demonstran Hong Kong blokade layanan kereta

Protes yang semakin bergolak membuat Hong Kong semakin terperosok ke dalam krisis politik terbesar dalam beberapa dekade. Kondisi tersebut menimbulkan tantangan bagi pemerintah pusat di Beijing.

Yang Guang dalam pidatonya menyampaikan mendukung polisi untuk menangani aksi demontrasi besar sejak dua bulan terakhir di Hong Kong. “Mereka yang peduli dengan kota harus melawan kekerasan itu,” ujar Yang Guang.

Pada Minggu (11/8/2019), ribuan orang berunjuk rasa di Hong Kong yang tersebar di berbagai lokasi sudut kota, mendorong polisi menembakkan gas air mata.

Aksi-aksi demontrasi yang menimbulkan kericuhan itu telah mendorong pemerintah pusat di Beijing mengambil sikap tegas.

Di Bandara seribu orang menggunakan pakaian hitam melakukan unjuk rasa sambil meneriakkan “Bebaskan Hong Kong. Revolusi Sekarang Juga”.

Sedangkan di Victoria Park ribuan orang termasuk kaum lanjut usia turun ke jalan. Di bawah terik matahari, mereka menuntut pihak berwajib mendengarkan tuntutan masyarakat. (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top