Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pelajar di Pasifik disarankan fokus pada kebudayaan dan pengetahuan lokal

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Auckland, Jubi – Para pelajar asli Pasifik akan lebih efektif dalam belajar jika mereka lebih fokus mempelajari masyarakat, pengetahuan dan kebudayaan lokalnya ketimbang dijejali pengetahuan ala Barat. Hal itu merupakan kesimpulan dari disertasi seorang pedagog asal Selandia Baru, Dr. Paul Beumelburg yang baru menyelesaikan studi doktoralnya.

Paul meneliti kurikulum pendidikan yang diterapkan di Kepulauan Cooks, Niue dan Tokelau yang ternyata lebih berhasil karena fokus mereka pada kebudayaan asli di mana anak-anak peserta didik itu berasal. Sementara, paradigma dan pengetahuan ala Barat hanya digunakan sebagai perangkat pendukung.

Ia mencontohkan, studi tentang ekonomi yang bisa ditempatkan dalam konteks yang lebih baik untuk pelajar. “Ada karakteristik khusus yaitu pulau terpencil yang tidak memiliki akses transportasi dan ongkos transportasi yang mahal. Anak-anak bisa mempelajari ekonomi dengan pendekatan pemecahan masalah seperti itu karena masalah itu adalah masalah yang mereka hadapi sehari-hari,” tuturnya.

Salama penelitian itu, Paul tinggal di pulau Mangaia, di selatan kepulauan Cooks selama empat bulan. Ia melakukan serangkaian wawancara dan observasi mendalam yang melibatkan kalangan penduduk, pemimpin sekolah, orangtua, dan lainnya.

Loading...
;

Dari hasil penelitiannya itu, ia melahirkan sebuah metode mengajar yang ia sebut metode Mangaia. Menurut dia, metode itu bisa diterapkan di seluruh wilayah Pasifik. “Saya tidak meniadakan metode pendidikan Barat. Untuk beberapa kalangan, mereka menginginkan sistem pendidikan seperti di Barat agar anak-anak mereka bisa menjadi dokter, pengacara dan atau akuntan. Namun, banyak juga anak-anak yang lebih fokus pada nilai-nilai kebudayaan mereka,” ujarnya.

Paul melihat adanya peluang untuk mengubah sistem dan metode pendidikan bagi negara-negara Pasifik dengan cara lebih mengakomodasi nilai-nilai lokal mereka sendiri agar lebih kontekstual. “Apa yang saya kemukakan ini adalah bagaimana agar kita tidak terbatas pada paradigma Barat, melainkan lebih menempatkan juga budaya lokal,” tuturnya. (*)

 

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top