HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pelamar tenaga dokter di Papua boleh urus STR setelah lulus seleksi CPNS 2019

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua drg.Aloysius Giay bersama sekretaris dan bidang SDM saat jumpa pers di kantornya. Jubi/David Sobolim

Jayapura, Jubi – Dinas Kesehatan Provinsi Papua telah menemui Badan Kepegawaian Negara serta dan Kementerian Kesehatan. Penerimaan CPNS tahun 2019 di Propinsi Papua, pelamar tenaga dokter diperbolehkan tanpa Surat Tanda Registrasi (STR) khusus bagi pelamar CPNS asal Papua.

Pasalnya, 80 persen pelamar di Provinsi Papua tidak memiliki STR. “ Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi pegawai atau sebelum prajabatan, harus segera urus STR,” kata Kepala Dinas Kesehatan Papua drg.Aloysius Giay kepada sejumlah wartawan di Jayapura.

Dan saat ditanya terkait peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi nomor 11 tahun 2016 terkait sertfikasi profesi dokter, dia menjelaskan itu juga menjadi salah satu faktor yang menghambat untuk tidak bisa mendapatkan STR. Beberapa kali pihaknya melakukan uji kompetensi, tetapi banyak yang gagal .

Dan untuk mendapatkan STR itu pihak dinas kesehatan tidak bisa menggambil kebijakan dalam penerimaan kali ini. Padahal STR adalah salah satu syarat bagi dokter sebelum diberikan ijin menangani pasien.

Sebelumnya salah seorang dokter lulusan Uncen , dr. Dessy Kress Natalia Sobuber menjelaskan dirinya masuk Fakultas Kedokteran pada 2008 silam. Pada 2012 sudah menyelesaikan sarjana kedokteran tetapi selama 6 tahun harus jalani proses kuliah profesi.

Loading...
;

“ dalam ujian kompetensi saya jatuh empat kali dan 5 ini baru lulus dan bisa dilantik sebagai dokter,” kata dia sambil tersenyum.

Dirinya mengucap syukur karena sebagian yang angkatan sama dengannya belum bisa mengikuti pelantikan karena harus mengulangi lagi mengikuti ujian kompetensi kedokteran.

Menurutnya, yang menjadi tantangan di FK Uncen adalah jurnal ilmiah untuk jurusan kedokteran kurang begitu lengkap. terkadang jurnal bisa diakses internet. Tapi tak jarang juga harus membeli. (*)

Editor: Syam Terrajana

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)