Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pelapor khusus PBB diminta pantau pemenuhan HAM di Papua

Juru bicara internasional KNPB, Victor Yeimo. – Dok pribadi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Juru bicara internasional Komite Nasioal Papua Barat atau KNPB, Victor Yeimo meminta pengacara HAM Veronica Koman dan Jennifer Robinson untuk meminta para pelapor khusus Perserikatan Bangsa-bangsa untuk urusan pemenuhan hak asasi manusia atau HAM segera memberikan pandangan terkait situasi HAM di Papua. Pandangan itu dinilai penting di tengah maraknya upaya polisi melakukan penangkapan terhadap para aktivis politik dan HAM di Papua.

Yeimo berharap pengacara HAM Veronica Koman dan Jennifer Robinson dapat memberikan laporan perkembangan situasi Papua terhadap para pelapor khusus Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk urusan Kebebasan Berekspresi, Pembunuhan Kilat, Perlindungan terhadap Pembela HAM, Kebebasan Berkumpul, Masyarakat Adat, dan Anti-Rasisme.

“Maka kami mendesak kepada pengacara HAM Veronica Koman dan Jennifer Robinson untuk membuat desakan ke para Pelapor Khusus PBB sesegera mungkin [menyampaikan pandangan mereka] terkait dengan pelanggaran hak hak masyarakat sipil [di Tanah Papua,” kata Yeimo.

Yeimo berharap Koman dan Robinson dapat melaporkan situasi HAM di Papua. “Desakan tersebut di antaranya berisi penjelasan bagaimana tindakan pemerintah Indonesia– termasuk pemblokiran internet dan pemakaian kekuatan berlebihan dalam demonstrasi. Tindakan itu telah melanggar hak-hak para anggota KNPB, hak-hak warga sipil untuk berdemonstrasi di West Papua, serta hak seluruh rakyat West Papua untuk dapat berekspresi dan berkumpul,” katanya kepada, Jubi Rabu (11/9/2019).

Loading...
;

Pada Senin (9/9/2019) lalu, Direktur Lembaga Studi dan Advokasi Hak Asasi Manusia Papua atau ELSHAM Papua, Pdt Matheus Adadikam menyatakan penangkapan serta penetapan tersangka para aktivis dan pembela hak asasi manusia atau HAM terkait unjukrasa masalah Papua merupakan kriminalisasi terhadap upaya memperjuangkan pemenuhan HAM. Hal itu menunjukkan Negara tidak memiliki komitmen serius untuk mengungkap persekusi dan rasisme yang memicu gelombang unjukrasa dan amuk massa di Tanah Papua.

“Aksi memprotes rasisme yang dilakukan di beberapa kota besar di Papua dan Papua barat yang dilakukan secara spontan menanggapi tindakan rasisme di Malang, Semarang, dan Surabaya pada Agustus 2019. Aksi itu merupakan bagian langsung dari perjuangan HAM secara internasional dan di Indonesia, dalam rangka membunuh pandangan rasisme yang menjadi musuh bersama manusia di dunia,” kata Adadikam.

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top