Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pemain senior Persipura kembali berjaya di tangan JFT

Titus Bonai saat berupaya melewati hadangan para pemain belakang Madura United – Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pelatih kepala Persipura Jacksen F Tiago menunjukkan kepercayaannya pada para pemain senior. Ini dibuktikan saat laga pekan kedelapan di mana  Persipura menjamu tamunya Madura United. JFT menurunkan hampir 90 persen pemain senior alias pemain yang sudah beruusia diatas 30 tahun.

Para pemain yang dikatakan senior tersebut diantaranya sang kapten Boaz Solossa, Yustinus Pae, Yohanes Tjoe, Titus Bonai, Valentino Telaubun, dan kiper Dede Sulaiman. Hanya Todd Ferre satu-satunya pemain muda yang diturunkan sejak awal laga. Pemain muda kedua yang diturunkan sang suksesor baru Persipura Jacksen F. Tiago adalah Gunansar Mandowen.

Alhasil, Persipura dapat meraih kemenangan perdana dihadapan pendukungnya sendiri dengan skor tipis 1-0 dalam laga lanjutan kompetisi Shopee Liga 1 2019. Dengan kemenangan tersebut Persipura naik satu strip dari posisi 17 ke posisi 16 dengan perolehan tujuh poin.

Mengapa Papi Negro sapaan akrabnya lebih memilih menurunkan pemain senior ketimbang memanfaatkan jasa para pemain muda? JFT mengatakan, para pemain senior di Persipura masih bisa diandalkan dan masih eksis.

Loading...
;

“Ketika saya berada di luar Papua, saya banyak membaca media massa dimana selalu mengkritik kinerja dari para pemain senior yang sudah banyak berjasa bagi tim Persipura. Tetapi saya mau tegaskan bahwa mereka masih eksis. Kasihan, mereka juga manusia yang punya hati. Ketika dikritik terus maka pemain tersebut pastinya akan minder dan akan berpengaruh pada performanya,” katanya.

Kata JFT, Boaz Solossa, Yustinus Pae, Ricardo Salampessy, Ian Louis Kabes, Imanuel Wanggai, dan Titus Bonai adalah sejarah terindah bagi klub Persipura Jayapura. Mereka merupakan pemain yang cukup disegani lawan hingga saat ini.

“Hal ini juga saya lakukan ketika melatih tim lain beberapa waktu silam, di mana ketika bermain dengan Persipura baik pada laga kandang maupun tandang, saya harus memberikan instruksi kepada pemain saya untuk jangan memberi celah sedikitpun kepada mereka. Karena kalau ada celah maka kita siap untuk kalah,” ujarnya.

Disinggung kenapa hanya Todd Ferre yang diturunkan sejak menit awal, JFT mengatakan bahwa tugas dari seorang pelatih adalah melakukan analisis kepada calon lawannya baik secara klub maupun individu dari tim lawan.

“Filosofi saya adalah melihat kedalaman tim lawan lawan dan saya memberitahukan kepada para pemain saya sehingga ketika bertanding mereka tidak kaget dengan situasi pertandingan. Kalau pemain saya sudah mengetahui kekuatan dan kelemahan lawan, maka dengan mudah kita mematahkan mereka, dan peran Todd adalah mematahkan pergerakan lawannya sedikit lambat. Dia bermain cukup luar biasa dan bisa mengimbangi permainan dari seniornya,”ujarnya.

Selain Todd Ferre menurut JFT, peran Oh In-Kyun, Muhamad Tahir, dan Conteh sangat luar biasa di lini tengah Persipura sehingga lawan tidak bisa mengembangkan permainan dari lini tengah.

“Apresiasi ini patut saya berikan kepada mereka karena mereka bekerja keras dalam pertandingan tadi. Khusus untuk pemain belakang, saya salut karena koordinasi antara mereka tidak putus. Ini yang saya harapkan, walau nantinya ada evaluasi sehabis laga,” katanya.

Disinggung soal evaluasi yang paling mendesak yang dilakukannya mengingat laga melawan tuan rumah Bhayangkara FC sudah didepan mata, JFT mengatakan yang paling utama adalah pembenahan fisik pemain.

“Bisa lihat bahwa 30 menit babak pertama kita menguasai pertandingan, namun selanjutnya anak-anak mulai melakukan long passing. Ini seolah-olah tenaga mereka terkuras habis. Memasuki babak kedua saya instruksikan kepada pemain agar tetap melakukan pressing ketat, dan itu terbukti hingga berakhirnya laga para pemain tetap melakukannya. Boaz menjalankan semua yang saya mau, dan dia jalankan dengan baik. Bahkan 20 menit terakhir dia bisa turun untuk membantu pertahanan,” ujarnya.

Mantan asisten pelatih Persipura Mettu Dwaramuri mengapresiasi kemenangan yang diraih oleh Boaz Solossa dan kawan-kawan atas Madura United.

“Ini kebangkitan tim Persipura, walau terlambat namun ini bisa menjadi batu loncatan untuk menatap laga selanjutnya. Kita tahu bersama bahwa daya juang Persipura tidak perlu diragukan lagi. Persipura berhenti berjuang kala kompetisi ini berakhir,” katanya.

Untuk itu Mettu Dwaramuri yang juga lengenda hidup Persipura Jayapura tersebut berharap semangat kebangkitan tersebut tetap dijaga hingga akhir kompetisi dan selalu mengandalkan doa dalan setiap tindakan.

“Kekuatan doa itu luar biasa, dan Persipura selalu melakukan hal itu baik dalam keseharian pemain maupun tim secara keseluruhan. Selamat Persipura dan sukses selalu. Tatap laga selanjutnya dengan kepala tegak. Kompetisi masih panjang, kemungkinan bisa saja terjadi,” ujarnya. (*)

 

Editor: Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top