HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pemasangan bronjong di Kali Kemiri sia-sia

Pemasangan bronjong di Kali Kemiri sia-sia

Pemasangan bronjong di Kali Kemiri yang masih dalam tahap pengerjaan – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Akibat banjir bandang Maret lalu, Kali Kemiri mengalami rusak parah. Tidak hanya sungai yang melegenda itu, sebagian besar rumah serta isinya yang berada di sisi kiri kanan sungai raib dan tinggal bekasnya saja.

Menyusul bencana besar tersebut, Pemerintah Kabupaten Jayapura mengeluarkan imbauan untuk semua sungai yang bermuara ke Danau Sentani akan dinaturalisas. Hal ini tidak seperti yang terjadi di Kali Kemiri.

“Pemasangan kawat-kawat bronjong di pinggiran Kali Kemiri ini untuk apa?” tanya Stenly Mokai, seorang warga yang tinggal di tepian Kali Kemiri, saat ditemui Jubi, Kamis (16/5/2019).

Stenly yang kehilangan rumah dan anaknya pada malam 16 Maret lalu, merasa apa yang dilakukan oleh pemerintah sangat tidak menolong dan sia-sia.

Menurutnya, pemasangan kawat bronjong di Kali Kemiri tidak tepat. Harusnya yang dibuat adalah pembatas beton antara kali dan pemukiman warga.

“Sama dengan normalisasi dan sudah pernah dibuat. Banjir kemarin membawa semua kawat bronjong dan tidak ada yang tersisa,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Abdulah, warga lainnya yang sudah lama menetap di Kemiri.

“Pemerintah menetapkan Robonghollo sebagai kawasan dengan bencana permanen, antisipasinya harus lebih kuat dan menolong. Ini sudah ada jalan airnya, kalau hanya bronjong, saya tidak yakin kekuatannya untuk menahan lajunya air dari atas gunung,” pungkasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)