HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pembacaan duplik langsung disusul putusan, dua aktivis KNPB divonis penjara

Dua aktivis Komite nasional Papua Barat atau KNPB wilayah Mimika, Yakonias Womsiwor dan Erichzon Mandibar divonis bersalah dan dijatuhi hukuman penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Timika, Senin (13/5/2019). – Jubi/Ist

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sejumlah dua aktivis Komite nasional Papua Barat atau KNPB wilayah Mimika, Yakonias Womsiwor dan Erichzon Mandibar divonis bersalah dalam sidang di Pengadilan Negeri Timika, Senin (13/5/2019). Majelis hakim menjatuhkan hukuman satu tahun enam bulan penjara kepada Womsiwor. Sementara Mandibar dijatuhi hukuman satu tahun tiga bulan penjara.

“Dua anggota KNPB Timika, Yakonias Womsiwor dan Erichzon Mandibar, diputus bersalah melanggar Pasal 214 ayat (1) KUHP yaitu melawan perintah penguasa umum. Putusan diberikan oleh hakim tepat setelah duplik dibacakan oleh Penasihat Hukum,”ujar Veronika Koman kepada jurnalis Jubi melalui siaran persnya, Senin (13/05/2019).

Pembacaan putusan itu disesalkan tim penasehat hukum Womsiwor dan Mandibar, karena dilakukan seketika setelah tim penasehat hukum baru selesai membacakan duplik untuk menyanggah replik jaka penuntut umum. “Itu menunjukkan hakim tidak memberikan waktu yang sama dalam mempertimbangkan pembelaan duplik Penasihat Hukum dibanding replik jaksa,”ujar Veronika.

Veronika menegaskan agenda sidang pada Senin seharusnya hanya mendengar pembacaan duplik atau tanggapan tim penasehat hukum atas replik yang disampaikan jaksa dalam sidang sebelumnya. Veronika menyatakan landasan dari keseluruhan kasus ini adalah kriminalisasi dan rekayasa.

Loading...
;

Womsiwor dan Mandibar ditangkap di Sekretariat KNPB Timika pada 15 September 2018, ketika terjadi penggeledahan oleh ratusan TNI/Polri bersenjata lengkap yang datang pada pukul 06.00 WP. Dalam penggeledahan itu, polisi menemukan seratus lebih amunisi, senjata, dan molotov dari penggeledahan tersebut.

“Dalam persidangan, dua polisi yang dihadirkan sebagai saksi oleh jaksa penuntut umum bersaksi bahwa amunisi, senjata, dan molotov yang ditemukan tersebut adalah milik oknum TNI. Hal itu menunjukkan adanya rekayasa untuk menstigma KNPB, karena KNPB adalah adalah organisasi damai,”ungkapnya.

Gustaf Kawer, Direktur Perkumpulan Advokat HAM Untuk Papua menyatakan Womsiwor dan Mandibar telah menjadi korban penyalahgunaan senjata api oleh aparat keamanan. Tanpa tembakan peringatan, Womsiwor ditembak enam kali, sedangkan Mandibar ditembak dua kali. Upaya untuk mengobati luka tembak itu juga selalu dihambat. “Akses untuk pengobatan mereka sempat terhambat, sebelum akhirnya diobati sendiri oleh pihak keluarga,”ungkap Kawer kepada jurnalis Jubi.

Kawer menaytakan putusan itu memperpanjang daftar ketidakadilan di tanah Papua. Orang Papua terus menjadi korban atas permainan hukum negara dan menjadi bagian yang tidak mendapatkan keadilan hukum Indonesia. “Ketika telah terkuak di dalam persidangan bahwa aparat keamanan telah melakukan penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan, namun pengadilan yang seharusnya menjadi benteng terakhir dalam menegakkan keadilan pun tidak mampu mewujudkan itu,”ungkapnya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top