Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pembangun sifat gotong royong koperasi

Pengurus Koperasi Nelayan Papua Mandiri di lokasi usaha koperasinya – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Pemerintah Kota Jayapura terus membina sejumlah koperasi agar bisa berkembang. Kini terdapat 141 koperasi koperasi aktif di Jayapura dan 44 di antaranya sudah melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Kepala Bidang Koperasi Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Ahmad Musa mengatakan koperasi dipercaya dapat menjadi solusi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pasalnya, koperasi membuka seluas-luasnya ide-ide inovatif dari anggota untuk dituangkan dalam rencana bisnis yang disepakati bersama. Koperasi juga dapat menjadi wadah tumbuhnya wirausaha baru karena peluang usaha antar anggota diperoleh dengan adanya interaksi antar anggota.

Musa mengungkapkan tidak sehatnya koperasi di Kota Jayapura karena tidak melaksanakan kegiatan dan minimnya modal serta belum memiliki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas sehingga kinerja koperasi menurun.

Loading...
;

“Kebanyakan koperasi ditangani antara 2-3 orang saja dan anggotan lain keterlibatannya kurang, kalau sudah tidak ada dukungan dari anggota lagi, ya koperasi pasti tutup,” ujar Musa di Kantor Wali Kota Jayapura, Selasa, 16 Juli 2019.

Data Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, terjadi peningkatan jumlah koperasi bila dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2018, jumlah koperasi tersebar di lima distrik dengan jumlah 208 koperasi. Hingga akhir Juni 2019 jumlah koperasi yang sudah terdata 219 koperasi.

“Yang aktif ada 141 koperasi, yang sudah melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ada 44 koperasi,” katanya.

Pada 2019 koperasi tersebut sudah terdata di Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura. Pada 2019 ini ada 14 koperasi yang belum memiliki  legalitas atau pengesahan dari Kemenkumham Indonesia.

Koperasi di Kota Jayapura terdiri atas 19 jenis, di antaranya koperasi kampung, koperasi TNI, koperasi Polri, koperasi ASN, koperasi petani, koperasi nelayan, koperasi sekolah, koperasi serba usaha, dan koperasi simpan pinjam. Jumlah anggota ada 21.746 orang (karyawan, manajer, dan anggota).

Untuk bisa mendirikan koperasi, kata Musa, harus jelas, yaitu memiliki gedung sendiri, modal, dan SDM berkualitas. Selain itu manajemen yang baik agar koperasi terkelola dengan baik.

“Kalau tidak, pasti tutup, jangan mengurus koperasi untuk kepentingan sendiri, kami terus mendorong notaris pembuat akta koperasi agar pendirian koperasi bisa terdaftar pada kami,” ujarnya.

Menurut Musa, koperasi merupakan perwujudan gotong royong, meski dalam modal kecil asal aktif. Sifat gotong rotong inilah yang ingin dikembangkan pemerintah Kota Jayapura agar masyarakat memiliki pengembangan karakter bisnis.

Menurutnya, koperasi dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan anggotanya. Keuntungan mengelola koperasi dapat menumbuhkan pendidikan karakter disiplin, melatih tanggung jawab, dan sikap kerja sama.

Diakui Musa, sejak 2015 pengawasan untuk koperasi sangat kurang karena terkendala SDM di Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, dan minimnya dana pembinaan.

Meski belum optimal, Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura mengaku gencar melakukan pembinaan agar anggota koperasi menyadari bahwa koperasi merupakan wadah usaha untuk meningkatkan perekonomian.

Partisipasi anggota sangat menentukan keaktifan koperasi karena koperasi merupakan jabaran dari usaha yang memerlukan modal dari anggota baik simpanan pokok dan simpanan wajib maupun simpanan sukarela.

Apabila koperasi sudah memiliki permodalan tersebut dan pemanfaatannya digunakan maksimal untuk kebutuhan anggota dan masyarakat sehingga visi misi koperasi dapat terlaksana dengan baik.

“Yang menjadi tugas kami saat ini memotivasi anggota untuk belanja di koperasi dan meningkatkan semua pelayanan di koperasi dan itu harus ada tindak lanjut dengan badan-badan usaha lainnya,” kata Musa.

Musa menambahkan bagi yang ingin mendirikan koperasi harus terdaftar secara legal di Disperindagkop dan UKM dan BPTSP Kota Jayapura serta legalitas dari kementerian terkait.

Ketua Koperasi Nelayan Papua Mandiri, Amos K Woru, menyatakan Koperasi Nelayan Papua Mandiri berdiri pada Oktober 2018 dan sudah memiliki anggota 200 nelayan Orang Asli Papua (OAP) dari berbagai jenis tangkapan ikan di laut (ikan tuna, bobara, dan lain-lain).

“Nelayan yang tergabung dalam koperasi ini lebih banyak fokus di ikan tuna karena sekarang ini lebih tren pasarannya di nasional maupun internasional, dengan adanya koperasi ini bisa memberdayakan nelayan asli Papua,” jelas Woru.

Diakui Woru, masih banyak kendala yang dihadapi berupa sarana dan prasarana penunjang seperti rumpon (tempat berkumpulnya ikan), armada, tempat penampungan ikan (cold storage), tempat pengolaan koperasi.

“Saya juga sudah mengajukan kepada pemerintah daerah untuk dapat membantu kami agar bisa mengelola koperasi dengan baik walaupun market kami sudah disiapkan tapi untuk mengelola sembilan bahan pokok seperti gula, sembako, alat-alat pancing, motor, dan sebagainya perlu adanya tempat yang bisa dikelola,” ujarnya.

Adanya tempat pengelolaan koperasi, dikatakan Woru, bisa mempermudahkan nelayan yang ingin melaut bisa kekurangan baik sembako dan peralatan bisa langsung mengambilnya di koperasi untuk bisa meringangkan nelayan.

“Saat ini yang ada hanya tempat pengelolaan ikan (hasil tangkapan nelayan), hasil tangkapan nelayan saat melaut tergantung musim, kendala yang dihadapi nelayan asli Papua saat ini, yaitu sektor pasar yang masih dikuasai bukan Orang Asli Papua,” ujarnya.

Woru mencontohkan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Hamadi, nelayan asli Papua tidak mendapatkan ruang menggunakan fasilitas di PPI secara baik untuk mengelola koperasi nelayan Papua mandiri di PPI.

“Ini juga menjadi salah satu perhatian yang harus ditanggapi oleh pemerintah daerah,” katanya.

Kendala lain, menurutnya, rumpon masih dikelola orang lain sehingga hasil tangkapan dibagi, sehingga jika mendapatkan hasil Rp5 juta tinggal Rp2 juta. (*)

Editor: Syofiardi

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top