HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pembangunan belum selesai, RSU Pratama Dogiyai prioritaskan pasien

Kadinkes Papua, drg. Aloysius Giyai (tengah kanan) saat tiba di halaman RS Pratama Dogiyai, Rabu, (29/5/2019) – Jubi/Dok. Abeth You.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Rumah Sakit Umum (RSU) Pratama Kabupaten Dogiyai yang melayani masyarakat di Kamuu dan Mapiha akhirnya diresmikan oleh Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa.

Peresmian dilakukan pada Rabu (29/5/2019) dan dihadiri Wakil Bupati Dogiyai, Oscar Makai, Sekda Natalis Degei, Kadinkes dr. Daniel Rumangkun dan Direktur RSU, Lukas Dumupa serta belasan kepala OPD dan masyarakat setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Papua, drg. Aloysius Giyai mengatakan, berdirinya rumah sakit tersebut dapat membantu masyarakat di lembah hijau dan Mapiha. Karena Dogiyai hanya memiliki sejumlah Puskemas, salah satunya di Moanemani, sehingga selalu dirujuk ke RSUD Paniai.

“Jika ada warga yang sakit harus menempuh sekitar empat jam dari sini. Padahal idealnya dibawa ke Ekimani,” kata dokter Giyai melalui selulernya pada Jubi, Rabu (29/5/2019).

Loading...
;

Menurut mantan Direktur RSUD Abepura ini, RSU Pratama merupakan salah satu program dalam rangka peningkatan akses pelayanan kesehatan rujukan, utamanya bagi masyarakat tidak mampu.

“Kita tidak bisa tunggu RS rampung 100 persen baru beroperasi, nanti akan jadi gudang tikus, nanti babi-babi masuk. Kita harus memulai dan melayani sambil kita lengkapi semua yang kekurangan. Tidak bisa tunggu sempurna. Nanti kita gotong royong,” ujarnya.

Giyai bahkan membagi tugas kepada bupati, wakil bupati dan DPRD harus ikut dalam proses penyelesaian 30 persen yang masih tersisa.

“Sesuai aturan, pagar RS itu tidak bisa dibantu oleh provinsi dan pusat,” katanya.

“Pak Bupati, tahun ini atau tahun depan segera bangun pagar. Kami provinsi punya ada bagian yang bantu sesuai aturan. Kan saya yang pasti saya lengkapi sesuai dengan kewenangan,” ucapnya.

Ia menegaskan, RS merupakan tempat untuk menyembuhkan pasien dari kesakitan yang diderita, bukan dipulangkan dengan kekecewaan.

“Bukan pulang mayat tapi di sini tempat untuk menyembuhkan dan orang pulang dengan penuh suka cita dan kedamaian. Maka itu, datang ke rumah sakit tidak boleh makan pinang, tidka boleh merokok dan tidak boleh mabuk-mabukan. Kita mau cari dokter dan perawat sangat susah, tidak boleh bikin mereka marah. Mereka juga manusia,” katanya.

Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa mengatakan, pembangunan di wilayahnya salah satunya melalui kehadiran rumah sakit tersebut. Karena itu pihaknya memastikan sejumlah dana yang bersumber dari DAU disiapkan untuk menyelesaikan pembangunannya. Salah satu yang menjadi hal prioritas adalah penyelesaian pagar rumah sakit.

“Pembenahan rumah sakit ini di awal tahun depan. Kami mohon kami harus jadi prioritas dari Dinkes Papua karena wilayah Meepago ini rumah sakit yang lain sudah dibantu, hanya kami yang belum,” katanya.

Pemerintah daerah akan terus mencukupinya dengan berbagai fasilitas penunjang dan peralatan medis, serta tenaga medis. “Salah satunya persoalan penyelesaian hak ulayat. Baru beberapa hari lalu kami sepakat,” katanya.

Dia mengatakan, pihaknya meresmikan rumah sakit ini secepatnya supaya pemilik hak ulayat mengetahui bahwa lokasi rumah sakit sudah menjadi milik pemerintah, bukan lagi milik mereka.

“Kalau istri bawa datang ke rumah sakit suami kejar lalu kasih hancur kaca-kaca itu biasa terjadi di sini. Jadi, saya mau kasih tahu tidak boleh lagi terjadi,” ungkapnya.

“Ada orang tabrakan di jalan raya, orangnya di bawah ke rumah sakit, lalu datang ngamuk dan rumah sakit jadi sasaran. Orang nafas sudah satu-satu lalu dibawah ke rumahs sakit, meninggal lalu keluarganya datang bongkar rumah sakit. Kebiasaan-kebiasaan itu saya tidak akan kompromi. Saya akan bertindak tegas,” katanya.

Karena itu, ia meminta kepada kepala distrik dan kepala kampung agar menjaga masyarakat dengan baik.

“Orang yang datang kasih hancur rumah sakit kita akan cari tahu. Orangnya dari kampung mana dan sanksinya dua, yaitu kepala kampungnya dipecat dan dana desa saya tahan dari kampung itu untuk ganti barang yang dicuri atau dihancurkan,” katanya. (*)

 

Editor : Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top