Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pembangunan gereja baru GKI Harapan dilakukan bertepatan HUT ke-63 GKI

Gereja GKI Harapan yang telah dibongkar untuk dibangun baru – Jubi/Jean Bisay

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Tanggal 26 Oktober 2019, Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) dalam misi pekabaran Injil dan karya di Tanah Papua merayakan hari jadinya yang ke-63 tahun.

Momentum ini sekaligus dijadikan acara utama pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru gereja GKI Harapan Abepura.

Alfons Sesa, ketua panitia pembangunan gereja baru GKI Harapan Abepura, mengatakan sesuai tahapan dan jadwal serta berpedoman pada kalender kerja maka di masa persiapan telah dilakukan rapat-rapat internal dalam jemaat serta digelar fokus grup diskusi (FGD) membahas rencana pembangunan gedung gereja baru yang ditinjau dari berbagai aspek di antaranya aspek sejarah, teologis, pendidikan, dan ekonomi.

Hasil dari FGD tersebut, panitia mendapat beberapa kesimpulan yang menjadi dasar untuk membuat desain gedung gereja GKI Harapan. Tahapan ketiga masuk pada tahap pembangunan dan itu ditandai dengan pembongkaran rumah gereja lama pada dan rencana pada 26 Oktober 2019 dilakukan peletakan batu pertama mengawali pembangunan gedung gereja yang baru.

Loading...
;

“Kita berharap bahwa proses ini dapat berjalan dengan baik sampai dengan tanggal 26 Oktober nanti,” katanya kepada Jubi di Abepura, Kota Jayapura, Papua, Selasa (22/10/2019).

Panitia pembangunan, kata Alfons Sesa, meminta dukungan serta partisipasi aktif dari seluruh warga jemaat GKI Harapan Abepura. Juga simpatisan di luar jemaat ini, atas uluran tangan mereka untuk turut membantu dalam pembangunan gedung gereja ini.

“Mengapa kita harus meminta dukungan dari pihak lain karena gedung gereja ini (GKI Harapan), berkaitan dengan sejarah berdirinya GKI di tanah Papua. Oleh sebab itu dalam rencana kita ke depan, kalau ini sudah jadi dengan sejumlah sarana fisik yang lain, kita berharap bisa menjadi salah satu situs sejarah berdirinya GKI di Tanah Papua,” katanya.

Pada acara peletakan batu pertama nanti akan dihadiri langsung pimpinan tertinggi Sinode AM GKI di Tanah Papua dan juga Klasis GKI Port Numbay.

“Kita juga ada minta Pak Gubernur dan para Forkompimda, serta sejumlah anak Tuhan yang saat ini memegang jabatan bupati di kabupaten/kota di Papua juga turut diundang dan mudah-mudahan semua bisa hadir untuk mendukung dalam pembangunan tapi juga ikut memberi semangat,” ujarnya.

Gereja GKI Harapan yang telah dibongkar untuk dibangun baru – Jubi/Jean Bisay

Sejarawan yang juga warga jemaat setempat, Albert Rumbekwan, mengatakan gedung gereja GKI Harapan Abepura yang telah dibongkar per 18 Oktober 2019 merupakan gedung gereja kedua yang pembangunannya sekira tahun 1975 hingga tahun 1984.

Sedangkan gedung gereja yang bersejarah itu yang dibangun sekitar tahun 1952 hingga 1953. Gereja ini berdiri lewat pergumulan panjang kelompok kecil yang dibentuk untuk melayani, bersekutu, beribadah dan berdoa. Persekutuan itu diberi nama ‘Ebenhaezer’ yang dalam Alkitab berarti “sampai di sini Tuhan menolong kita”.

Minimnya fasilitas gedung dan personil yang memadai saat itu untuk menunjang aktivitas pekabaran Injil, membuat mereka harus berpindah-pindah tempat ibadah.

Akhirnya sekitar tahun 1951-1952, tercetus rencana untuk membangun sebuah gedung gereja yang kemudian diberi nama dalam bahasa Belanda ‘Kerk der Hoop’ yang artinya “Gereja Harapan”. Lokasinya saat ini terletak di Jalan Manokwari, dekat lingkaran Abepura.

“Gereja pertama ini merupakan gereja bersejarah. Kenapa karena ada dua momen bersejarah disitu. Pertama sidang Sinode pertama yang melahirkan GKI di Tanah Papua, berlangsung tanggal (18-29 Oktober 1956) dan kedua sidang sinode darurat pada tanggal 18 Desember 1962,” kata dosen sejarah di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Univrsitas Cenderawasih itu.

Pada sidang sinode kedua ini lebih banyak mendengar pesan-pesan pastoral kepada para penatua, syamas, guru-guru Injil harus tinggal menjaga jemaat dalam situasi integrasi Papua waktu itu Irian Jaya ke NKRI. Dimana para zending dan pegawai-pegawai Belanda harus angkat kaki dari Tanah Papua.

Kenapa gedung GKI Harapan yang dibangun 1953 harus dibongkar dan tidak dipertahankan. Karena lokasi gereja dengan luas satu hektar ini, sudah dipikirkan oleh para orang-orang tua terdahulu, untuk bagaimana pengembangan jemaat ke depan.

Sehingga gereja itu mereka tidak wariskan atau tinggalkan sebagai situs bersejarah. Mereka membuat gereja kedua untuk menyarung gereja pertama. Ini menjadi pemikiran masa depan, bagaimana gereja dan jemaat ini akan bertumbuh.

“Kalau tanggal 18 Oktober 2019 kemarin kita bongkar gereja yang kedua ini dan kita akan bangun kembali dibekas lokasi gereja yang pertama, itu bukan berarti kita merusak situs sejarah, tetapi lokasi kita tidak cukup besar untuk meninggalkan gereja tua dan membangun gereja baru,” ujarnya.

Jemaat GKI Harapan Abepura sudah mendesain tata ruang untuk pembangunan sarana/prasarana fisik lainnya untuk pelayanan jemaat, makanya harus dibongkar total gedung gereja ini.

“Pusatnya tetap di lokasi pertama gereja ini dibangun, inilah yang terpenting,” kata Albert Rumbekwan. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top