Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pembangunan pabrik tepung petatas jangan mangkrak

Ilustrasi petatas (ubi jalar) – Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Anggota Komisi II DPR Papua yang membidangi ekonomi, pertanian dan perkebunan, Mustakim tidak ingin pembangunan pabrik tepung petatas atau ubi jalar di Arso IV, Kabupaten Keerom terhenti atau mangkrak.

Ia mengatakan, pembangunan awal pabrik di atas lahan seluas 10 hektar itu telah menghabiskan anggaran sekitar Rp 5 miliar yang bersumber dari APBD Papua tahun anggaran 2017.

Anggaran senilai itu digunakan membangun beberapa sarana pendukung pabrik di antaranya barak karyawan dan dudukan mesin pengolahan petatas.
Namun, pembangunan pabrik itu tidak dianggarkan dalam tahun anggaran 2018 dan 2019, oleh dinas terkait sehingga pengerjaannya terhenti hingga kini.

“Untuk kelanjutan pembangunan pabrik petatas, kami minta dinas terkait menganggarkannya dalam APBD Papua tahun anggaran 2020. Pembangunan pabrik itu mesti diselesaikan,” kata Mustakim kepada Jubi, Minggu (21/7/2019).

Loading...
;

Menurutnya, pembangunan pabrik tepung petatas itu mesti diselesaikan karena sejak 2008 lalu, Kementerian Perindustrian telah memberikan bantuan mesin pengolaan petatas.

Kehadiran pabrik tersebut kata Mustakim dapat memberikan dampak positif kepada petani. Hasil panen petatas petani Keerom dan sekitarnya dapat ditampung di pabrilk untuk diolah menjadi tepung petatas.

“Tepung petatas ini banyak turunannya. Saat kami berkunjung ke Jawa Tengah melihat pabrik pengolahan tepung petatas di sana beberapa waktu lalu, pengelola menyatakan kewalahan melayani permintaan dari luar daerah hingga mancanegara. Tingginya permintaan tidak sebanding dengan hasil produksi, karena sulitnya bahan baku,” ujarnya.

Sebelumnya, penjaga lokasi pembangunan pabrik petatas di Arso IV, Kabupaten Keerom, Semi Wonda mengatakan masyarakat setempat masih menunggu kapan pembangunan pabrik itu rampung.

Masyarakat Keerom pada umumnya menurut Wonda, berharap pembangunan pabrik petatas tersebut segera rampung dan beroperasi agar mereka dapat menjual hasil panen petatas mereka ke pabrik.

“Kalau pabrik ini sudah beroperasi pasti butuh bahan baku, dengan begitu masyarakat tidak perlu lagi ke pasar menjual petatas hasil panen mereka,” kata Semi Wonda belum lama ini. (*)

Editor: Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top