HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pembatasan media lokal selama Pacific Games di Samoa berlebihan

Perdana Menteri Samoa, Tuilaepa Dr. Sa’ilele Malielegaoi bergabung dengan tim cabor panahan Pacific Games XVI namun mengundurkan diri dari kompetisi terakhirnya. – Samoa Observer

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Perlakuan kantor komite Pacific Games terhadap beberapa anggota media lokal sehubungan dengan liputan Pacific Games XVI di Samoa saat ini cukup menyedihkan. Itu terlalu berlebihan.

Dengan satu minggu lagi tersisa dalam kompetisi yang luar biasa ini, siapa pun yang bertanggung jawab harus sadar akan kesalahannya dan melakukan hal yang benar. Ini adalah Pacific Games, di mana cara dan rasa saling menghormati yang dimiliki oleh Pasifik harusnya diberlakukan.

Ini bukan Olimpiade atau Piala Dunia Sepak Bola yang diadakan oleh Rusia atau Amerika Selatan. Ini adalah Pacific Games, yang dilaksanakan oleh orang-orang Samoa, untuk semua orang Samoa dan komunitas Kepulauan Pasifik.

Di belahan dunia ini, selalu ada cara untuk melakukan apa-apa. Selalu ada cara untuk menyelesaikan perbedaan dan perselisihan. Hal ini dilakukan melalui dialog dan rasa hormat.

Loading...
;

Selain itu, kita sedang berbicara tentang perlakuan terhadap anggota media lokal, di Samoa sini. Setelah minggu depan, semua orang ini – termasuk berbagai spesialis dan ahli media yang tidak dapat dipercaya, yang ada di Samoa hanya untuk mendapatkan keuntungan finansial dari Pacific Games dan pembayar pajak kami – akan menghilang begitu saja begitu kompetisi ini berakhir.

Orang-orang di Kantor Pacific Games, termasuk ketuanya, menteri-menteri kabinet, dan semua orang lainnya yang juga terlibat dalam kepanitiaan, akan tetap tinggal di Samoa dengan anggota media lokal yang sama yang telah diperlakukan dengan kejam sejak Pacific Games Pertandingan ini dimulai. Hal ini sangat ironis.

Memang, kita tidak akan selalu memiliki media-media internasional ini di Samoa. Itulah sebabnya kita berharap bahwa siapa pun yang memberlakukan batasan pada media lokal ini, menghentikan wartawan kita dari melakukan pekerjaan mereka, harus tenang dan menghentikan omong kosong ini.

Jika ada masalah apa-apa, lanjutkanlah perbaikannya, dan mari kita berdiri bersama dan berusaha sebaik mungkin demi negara kita. Yang penting adalah, bahwa fokus kita tetap terpusat pada para atlet dan aksi heroik mereka. Itulah tujuan dan inti dari Pacific Games ini.

Namun, kita tidak dapat mengabaikan keluhan yang terus berkembang, yang dinyatakan oleh beberapa anggota media lokal, tentang cara mereka diperlakukan. Mereka termasuk wartawan dan fotografer dari koran ini juga, Samoa Observer

Terakhir kali kita periksa, Samoa adalah negara bebas.

Ketika kalian mengatur dan membatasi para wartawan, fotografer, dan praktisi media lokal seperti anak-anak – dan memperlakukan mereka seperti musuh atau lawan, memerintahkan dan mengarahkan di mana mereka harus berdiri dan apa yang bisa mereka rekam dan tidak boleh direkam – itu bukanlah kebebasan.

Ketika kalian tidak mengizinkan wartawan kita untuk mewawancarai para atlet dan pejabat-pejabat di dalam stadion dan di lapangan, sementara mereka merayakan kemenangan dan kesuksesan mereka, kalian menjauhkan atlet-atlet itu dari menjadi pusat perhatian yang pantas mereka dapatkan.

Bagaimana penjelasan kalian ketika wartawan-wartawan muncul dengan izin peliputan media yang diberikan oleh kantor Pacific Games, untuk meliput lomba cabor Rugby Sevens Pacific Games dan mereka diminta membayar $5 agar bisa masuk? Kondisi media seperti apa ini?

Apa yang salah dengan menerbangkan sebuah drone untuk mendapatkan foto aerial di lapangan-lapangan olahraga itu? Apakah ada ancaman terorisme yang tidak kita ketahui?

Apakah ada target khusus untuk menangkap teroris-teroris di Samoa hari ini, hingga bahkan foto dan drone dikendalikan dan dipantau di negara yang bebas ini?

Peraturan-peraturan ini terlalu keras, mereka tidak perlu digunakan di sini.

Dengar, kita mengerti bahwa ada perbedaan antarjaringan TV, kita mengerti; biarkan mereka saling berselisih. Kita juga memahami bahwa ada tatanan dan peraturan atas siapa yang menjadi penyiar host broadcast dan sejenisnya. Sekali lagi, kita sama sekali tidak keberatan dengan pengaturan itu. Masalah yang kita hadapi adalah penanganan yang berlebihan dan pembatasan aktivitas orang-orang dari media lokal yang hanya mencoba melakukan pekerjaan mereka. Apakah hal itu benar-benar perlu dilakukan?

Masalahnya adalah, ketika kalian mempersulit dan membatasi apa yang dapat, dan yang tidak dapat, dilakukan oleh reporter, videografer, fotografer, kalian tidak hanya menyangkal kesempatan satu atau dua anggota media untuk melakukan pekerjaan mereka, kalian juga menyangkal ribuan warga dan masyarakat yang diwakili oleh orang-orang media tersebut.

Media, bagaimanapun juga, adalah mata dan telinga dari masyarakat. Untuk setiap reporter, ia mewakili ribuan orang yang menjadi audiens, pembaca, dan pemirsa mereka. Hal yang sama berlaku untuk fotografer dan videografer berita.

Pembaca sekalian, ini adalah Samoa; selalu ada cara untuk melakukan apa pun.

Demi para atlet yang ada di tanah kita untuk negara mereka masing-masing, dan demi negara ini agar bisa memberikan yang terbaik selama menjadi tuan rumah pertandingan ini, seseorang perlu memberitahukan kepada siapa pun di Kantor Pacific Games, yang bertanggung jawab atas pembatasan konyol ini, untuk mengambil tenang, dan menikmati pertandingan sepanjang Pacific Games ini, dan membiarkan orang-orang media untuk meliput dan melaporkan perjalanan para atlet dan tim yang luar biasa dan menakjubkan di Samoa minggu ini.

Pacific Games – dan liputan media di sekitarnya- adalah dan harusnya tentang mereka. (Samoa Observer)


Editor: Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top