Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pemburu harimau Sumatera ditangkap

Harimau, pixabay.com

Petugas masih belum memberikan keterangan secara rinci bagaimana aksi perburuan itu dilakukan para pelaku dan modus operandi mereka.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Pekanbaru, Jubi – Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) wilayah Sumatera, bersama aparat kepolisian setempat menangkap lima pemburu harimau Sumatera.  Penangkapan yang dilakukan pada Sabtu , (7/12/2019) pagi tersebut mampu menyita  empat janin harimau serta organ kulit harimau dewasa.

“Ada empat janin harimau yang disimpan dalam toples serta satu lembar kulit harimau dewasa,” kata Kepala Balai Penegakan Hukum Wilayah Sumatera, Eduwar Hutapea, sabtu, (7/12/2019).

Baca juga :BKSDA Lampung sita kulit utuh harimau

Macan tutul asal gunung Lawu dipamerkan

Loading...
;

Harimau penerkam warga alami perubahan perilaku

Eduwar menjelaskan penangkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan mendalam terkait informasi perburuan harimau sumatera di wilayah Kabupaten Pelalawan, Riau. “Informasi yang diperoleh dari masyarakat itu kemudian ditindaklanjuti KLHK yang bersinergi dengan Polri melalui pengumpulan informasi dan pemetaan,” kata Eduwar menambahkan.

Tercatat pada Sabtu pukul 06.00 WIB, petugas bergerak ke Desa Teluk Binjai, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Di lokasi tersebut, petugas menangkap tiga tersangka MY, SS dan E (istri MY).

“Empat janin bayi itu ditemukan dari tiga pelaku tersebut,” ujar Eduwar menjelalskan.

Dari penangkapan tiga pelaku itu, petugas kembali melakukan pengembangan. Hasilnya, dua pelaku lainnya berhasil dibekuk. Dua pelaku terakhir adalah SS dan TS. Keduanya ditangkap di Jalan Lintas Timur, Pelalawan.

Petugas masih belum memberikan keterangan secara rinci bagaimana aksi perburuan itu dilakukan para pelaku dan modus operandi mereka. Para pelaku dan barang bukti sendiri saat ini masih berada di Pelalawan serta tengah menuju ke Kantor Balai Gakkum KSDA Riau.

Eduwar mengatakan pihaknya akan memberikan keterangan secara rinci terkait pengungkapan tersebut.

Para pelaku terancam dengan Pasal 40 Ayat 2 Jo. Pasal 21 Ayat 2 Huruf d Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. “Dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda Rp100 juta,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top