Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pemda harus dukung Dinas Kehutanan – BKSDA Papua lindungi CAPC

USAID bersama masyarakat adat dan mahasiswa melakukan kegiatan peningkatan parsitipatif penanganan dan perlindungan cagar alam pegunungan Cycloop di Sentani – Jubi/Doc

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota Jayapura dan kabupaten Jayapura harus lebih memperhatikan dan mendukung kinerja Dinas Kehutanan dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua untuk perlindungan Cagar Alam Pegunungan Cycloop (CAPC).

“Wali kota dan Bupati jika lebih tegas pasti jajarannya sampai tingkat RT pasti akan tegas, dan semua akan berjalan dengan baik,” hal tersebut dikatakan Adelce Korwa mahasiswa Universitas Cendrawasih Fakultas MIPA jurusan Biologi.

Adelce yang juga sering ikut melakukan patroli di CAPC, berharap masyarakat adat dan Ondoafi (kepala suku), selaku pemilik hak ulayat , mengawasi batas-batas wilayah mereka agar tidak ada penebangan liar dan kerusakan lingkungan, terutama di daerah cagar alam sebagai sumber mata air untuk masyarakat kota dan kabupaten Jayapura.

“Sejauh ini, Pemerintah kota dan kabupaten Jayapura belum ada ketegasan dalam menanggani aktivitas yang sering dilakukan di dalam kawasan cagar alam, seakan dibiarkan saja dan saat bencana datang, saling menyalahkan,” katanya.

Loading...
;

Ia menambahkan, Dinas Kehutanan dan BKSDA Papua harus setiap tahun bersama dengan Masyarakat Mitra Polisi hutan (MMP) mengadakan patroli tiap titik yang sering terancam didalam kawasan cagar alam.

Sejauh ini, patroli sudah dijalankan, namun tidak ada dukungan dari pemerintah kota dan kabupaten.

“Kenapa saya katakan begini, karena saya sering mengikuti patroli yang dilakukan oleh BKSDA Papua bekerja sama dengan USAID Lestari yang difasilitasi oleh USAID Lestari sendiri, untuk perlindungan CAPC ini. Dan itu sudah berjalan dan tahun ini telah berakhir,” katanya.

Lanjut Adelce, selama ini menurutnya, dari pemerintah belum ada dukungan kepada KSDA Papua dan dinas Kehutanan dalam penanganan perlindungan cagar alam di Kota dan Kabupaten Jayapura.

Peran dan dukungan pemerintah kepada instansi yang menangani lingkungan khususnya Cagar Alam Pegunungan Cycloop (CAPC) ini harus lebih diperhatikan. Contohnya dengan memfasilitasi Polhut, MMP agar kembali bekerja, dan LSM yang selalu berjuang melindungi CAPC.

“Jangan hanya orang luar atau negara asing yang bekerja sama untuk perlindungan Cycloop. Pemerintah kota dan kabupatenlah yang harus memperhatikan,” kata Adelce.

Sebelumnya Eka Kristina Yeimo, dosen FKIP program studi Geografi di Universitas Cendrawasih Jayapura menambahkan jika pemerintah sudah menetapkan satu wilayah sebagai daerah cagar alam atau hutan lindung harusnya aktif mengontrol dengan melakukan patroli bekerja sama dengan dinas terkait atau LSM yang peduli dengan lingkugan cagar alam hutan.

“kalau kita lihat seperti di ujung-ujung gunung seperti di Kamwolker, jalan baru dan sekitarnya sudah ada kebun masyarakat bercocok tanam di gunung dan ada juga perumahan, kalau kita lihat di kantor wali kota baru di atas yang berpas-pasan tanjakan ke Kodam jalan baru ada rumah-rumah warga yang di bangun seharusnya tidak boleh dan saya tidak tau mereka izinnya sama siapa sehingga diijinkan membangun di situ karena berakibat fatal mereka yang tinggal di bawah,” kata Yeimo. (*)

Editor: Syam Terrajana

 

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top