Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pemekaran perlancar operasi militer di Tanah Papua 

Ketua Pemuda Baptis di Tanah Papua, Sepi Angginak Wanimbo. – Dok. Pribadi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua Pemuda Baptis Papua, Sepi Angginak Wanimbo mengatakan pemekaran Papua dan pembentukan daerah otonom baru akan memperlancar operasi militer di Papua. Wanimbo khawatir hal itu akan membangkitkan trauma rakyat Papua terhadap aparat keamanan.

Sepi Angginak Wanimbo menyatakan rakyat Papua memiliki trauma terhadap kehadiran aparat keamanan di Papua. Ia khawatir pembentukan daerah otonom baru akan menjadi dasar untuk menambah jumlah aparat keamanan di Papua.

“Kehadiran aparat keamanan negara ini seharusnya membawa kedamaian, mengayomi melayani, dan memberikan kenyamanan kepada rakyat kecil. Akan tetapi, justru kehadiran para anggota keamanan membuat masyarakat takut,” kata Wanimbo saat dihubungi pada Sabtu (2/11/2019).

Wanimbo mengatakan rakyat Papua memiliki pengalaman masa lalu tentang pola pendekatan aparat keamanan terhadap orang asli Papua. Hal itu termasuk pengalaman bahwa banyak orang asli Papua ditembak mati. Rakyat Papua trauma, dan akhirnya tidak bebas beraktivitas.

Oleh karena itu, Wanimbo meminta Presiden Joko Widodo tidak menjalankan pemekaran provinsi atau kabupaten/kota, dan tidak membentuk daerah otonom baru di Papua. Wanimbo meminta Presiden Joko Widodo mengabaikan tuntutan pemekaran dari sekelompok orang yang mengatasnamakan rakyat Papua.

Loading...
;

“Rakyat Papua tolak pemekaran provinsi dan kabupaten/kota. Jangan tanya [kepada] elit politik, jangan mendengar dari elit politik karena mereka itu kepentingan perut sendiri. Soal pemekaran, Presiden [harus bertanya] kepada rakyat Papua, rakyat mau apa? Rakyat Papua hari ini butuh kehidupan, butuh keadilan, butuh kedamaian,” katanya.

Aktivis mahasiswa, Kamus Kayame juga menolak klaim sekelompok orang yang mengatasnamakan rakyat Papua dan meminta pemekaran Provinsi Papua. “Mereka tidak memikirkan kepentingan masyarakat asli Papua. Mereka tidak melihat rintihan masyarakat harus di Papua namun mereka memaksakan kehendak sendiri untuk kepentingan pribadi,” kata Kayame.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top