Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pemerintah harus cari solusi agar anak pengungsi Nduga ikut UN

Siswa dari Kabupaten Nduga yang mengungsik ke Wamena – Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala Ombudsman RI Perwakilan Papua, Sabar Iwanggin meminta pemerintah memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat, khususnya anak-anak pengungsi dari Kabupaten Nduga, agar mereka dapat mengikuti Ujian Nasional (UN) seperti seluruh anak di Indonesia.

“Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tugas kita semua. Ini era kemerdekaan! Semua stakeholder harus bertanggung jawab agar hak anak-anak dapat terpenuhi. Warga Nduga adalah warga Negara Indonesia, hak atas pendidikan dan rasa aman dijamin oleh konstitusi, ” katanya di Jayapura kepada Jubi, Selasa (26/3/2017).

Untuk itu ia berharap semua pihak harus mempunyai persepsi yang sama bahwa tujuan berdirinya Negara Indonesia yaitu mencerdaskan kehiduan bangsa, dan warga Nduga adalah warga Negara Indonesia. Mengikuti ujian, memperoleh pendidikan dan rasa aman dijamin oleh konstitusi. Sebab itu, harus ada solusi untuk anak-anak agar mereka tetap dapat mengikuti ujian pada kondisi yang terburuk sekalipun.

“Sekarang kondisi masyarakat seperti itu, keadaannya tidak berjalan normal. Tidak bisa dipaksakan semua siswa harus ikut ujian serentak yang terjadwal secara nasional. Kebijakan jangan top down seperti itu! Pemerintah harus melihat dari bawah, kondisi masyarakat seperti, apa, lalu dipikirkan solusi, agar anak-anak tidak kehilangan hak-haknya,” katanya.

Loading...
;

Untuk itu, ia meminta bukan saja Dinas pendidikan Nduga, pemkab Nduga atau Pemprov Papua, tetapi Kementerian Pendidikan harus segera memikirkan solusi bagi warga negaranya, yakni anak-anak pengungsi dari Kabupaten Nduga, termasuk korban bencana banjir bandang di Sentani dan Kabupaten Jayapura, agar dapat mengikuti UN.

Menurutnya, saat ini yang dibutuhkan adalah sebuah kebijakan dan perlakuan khusus supaya anak-anak tetap dapat mengikuti UN dan mendapatkan pelayanan pendidikan. “Tidak bisa persoalan lain, lalu yang lain dikorbankan. Itu tidak boleh,” katanya.

Sedangkan mengenai ASN kabupaten Nduga yang sampai saat ini berada di Kota Jayapura atau kabupaten di luar Kabupaten Nduga, Iwanggin meminta agar sebaiknya ASN kembali ke kabupatennya untuk mengurus masyarakatnya.

“Jika saat ini aksesnya tertutup, ya TNI/Polri harus membuka akses kepada teman-teman ASN, sehingga para ASN dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Menurutnya, apa yang terjadi di Kabupaten Nduga ini sangat jelas. TNP/OPM berurusan dengan TNI/Polri, sedangkan masyarakat berhubungan dengan ASN.

“Agar kebutuhan masyarakat akan pendidikan dan kesehatan dapat terpenuhi, TNI Polri harus memberikan jaminan keamanan bagi ASN yang ada di kabupaten itu agar mereka dapat melaksanakan tugas-tugasnya,” kata Iwanggin.

Sebelumnya, Tim relawan Kemanusiaan Untuk Pengungsi Nduga meminta Presiden Joko Widodo memperhatikan nasib 229 anak usai sekolah yang terancam tidak bisa mengikuti Ujian Nasional karena terpaksa mengungsi ke Kabupaten Jayawijaya.

https://www.jubi.co.id/sedikitnya-229-anak-pengungsi-nduga-terancam-gagal-ikuti-ujian-nasional/

Koordinator Tim Relawan Ester Haluk Tim relawan Kemanusiaan Untuk Pengungsi Nduga yang mengampu Sekolah Darurat Weneroma di Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya, perang antara pasukan gabungan TNI/Polri dengan kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang dipimpin Egianus Kogoya telah membuat ribuan warga Nduga mengungsi ke Jayawijaya. Ratusan anak usia sekolah yang ikut orangtuanya mengungsi sudah tidak bersekolah sejak Desember 2018.

“Kasus ini sudah melanggar hak asasi manusia lebih khusus hak pendidikan anak. Kasus ini merupakan kelalaian dan kegagalan pemerintah dalam menghormati, melindungi, dan memenuhi hak anak atas pendidikan,” tegas Haluk.(*)

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top