Pemerintah Nikaragua akan bebaskan 100 tahanan politik

Pemerintah Nikaragua akan bebaskan 100 tahanan politik

Ilustrasi tahanan, pixabay.com

Organisasi HAM menyebutkan sejak protes terhadap pemerintahan Ortega berlangsung tahun lalu, lebih dari 324 orang meninggal dan 60 ribu lainnya melarikan diri ke pengasingan.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Managua, Jubi – Pemerintah Nikaragua pada Senin, awal pekan ini memulai proses membebaskan 100 tahanan politik dari penjara. Langkah itu dilakukan setelah mendapat protes dari oposisi, yang akan mengabaikan perundingan untuk mengakhiri krisis politik dan mendorong pemogokan.

Pemerintah mengatakan pembebasan itu merupakan bagian dari rencana membebaskan 300 tahanan politik hinga 18 Juni, dan mengeluarkan pengumuman segera setelah oposisi mengancam.

“Kami telah mengeluarkan perintah pembebasan 100 orang yang ditahan karena melakukan kejahatan melawan petugas keamanan dan ketentuan umum,” tulis pernyataan dari kementerian dalam negeri.

Tercatat pemerintah Nikaragua telah menangkap ratusan orang ketika terjadi bentrok dengan kekerasan yang mulai meletus pada April 2018 saat Presiden Daniel Ortega berusaha memangkas manfaat kesejahteraan.

Protes dengan cepat meluas menjadi gerakan perlawanan dan menjadi ujian paling tajam bagi otoritas Ortega sejak mantan gerilyawan Marxixt itu menduduki jabatannya pada 2007.

Berbeda dengan pembebasan yang pernah dilakukan sebelumnya, pemerintah mengatakan bahwa sebagian utusan dari Komite Palang Merah Internasional (ICRC) hadir sebagai pemantau.

Oposisi Nikaragua memanfaatkan pembebasan tahanan politik ini sebagai syarat untuk berdialog dengan pemerintah.

Daftar 300 tahanan disetujui oleh pemerintah Ortega dan pihak oposisi pada awal tahun ini. Namun kedua pihak berselisih mengenai jumlah tahanan yang ada.

Ortega menyebut protes tersebut sebagai rencana di luar hukum oleh para musuh untuk mendepaknya, sedangkan para pengamat menuduh dia melakukan pelanggaran HAM dalam menumpas mereka yang berbeda pendapat.

Organisasi HAM menyebutkan sejak protes terhadap pemerintahan Ortega berlangsung tahun lalu, lebih dari 324 orang meninggal dan 60 ribu lainnya melarikan diri ke pengasingan. (*)

Editor : Edi Faisol

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)