Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pemerintah PNG dan Bougainville terima arahan terkait referendum

Bougainville Referendum Commission telah memecahkan rekor baru dalam sejarah pemilihan umum di PNG, setelah mendaftarkan pemilih di Australia dan Kepulauan Solomon. – RNZI / Johnny Blades

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Buka, Jubi – Komisi referendum Bougainville, Bougainville Referendum Commission (BRC), telah meyakinkan pemerintah Papua Nugini dan Bougainville bahwa mereka sudah siap untuk referendum.

Kedua pemerintah telah menerima pengarahan langsung selama pertemuan dengan badan pengawas Joint Supervisory Body (JSB) di Buka, mengenai referendum kemerdekaan Bougainville yang akan datang.

Perdana Menteri PNG, James Marape, pekan lalu, membawa segenap kabinetnya dalam suatu kunjungan bersejarah ke Bougainville, di mana ia berbicara di hadapan dewan perwakilan daerah otonom itu pada Rabu (11/9/2019). Dalam briefing hari berikutnya di Buka, pemerintah PNG dan ABG diinformasikan oleh Komisaris Robert Igara, bahwa komisi BRC telah siap untuk menyelenggarakan referendum yang sesuai standar internasional.

“Tujuan kita adalah menyelenggarakan referendum yang kredibel, di mana terjadi pemungutan suara yang bebas, adil dan bijaksana – dan di mana semua pemilih yang telah memenuhi syarat dapat melakukan hak mereka untuk memilih.”

Loading...
;

Chief Referendum Officer, Mauricio Claudio, menjelaskan kemajuan persiapan BRC, mengatakan surat suara untuk referendum sudah dicetak, dan bahwa proses pendaftaran masih terus berjalan. Ia menambahkan bahwa komisi itu telah memanfaatkan sebaik mungkin perpanjangan persiapan referendum selama enam minggu, yang diberikan oleh kedua pemerintah beberapa bulan lalu.

“Kita turun ke lapangan dan mendaftarkan mereka, kelompok orang-orang yang baru, berkat perpanjangan enam minggu ini,” katanya.

Namun Komisi itu juga menghadapi dua persoalan mendesak yang harus menjadi perhatian pemerintah.

Akibat cuaca buruk, upaya untuk mendaftarkan sekitar 1.800 pemilih di atol Mortlock dan atol Tasman terhambat. Komisi itu meminta dukungan logistik transportasi lautan atau udara dari kedua pemerintah, untuk menyelesaikan proses pendaftaran di daerah-daerah terpencil ini. Komisi itu juga menambahkan bahwa masih diperlukan lebih banyak informasi mengenai dua opsi yang akan ada di kertas suara. Opsi bagi pemilih nanti adalah antara otonomi yang lebih besar atau merdeka.

Menurut Claudio, komisi tersebut telah memecahkan rekor baru dalam sejarah pemilihan umum di PNG dengan berbagai pencapaian baru dalam persiapannya hingga saat ini, termasuk mendaftarkan pemilih di luar negeri, setelah BRC mendaftarkan orang-orang Bougainville yang sedang berada di Australia serta Kepulauan Solomon. (RNZI)


Editor: Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top