Pemerintah Provinsi Papua tandatangani MoU dengan Universitas Rhode Islands

Pemerintah Provinsi Papua tandatangani MoU dengan Universitas Rhode Islands

Gubernur Papua Lukas Enembe (kedua dari kiri) dan Presiden Universitas Rhode Island, David Dooley (paling kanan) menanadatangani Nota Kesepahaman kerjasama pendidikan antara dua belah pihak, Jumat (10/5/2019).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi Papua, Jumat (10/5/2019) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Rhode Island di Amerika Serikat. MoU ini berisi kerjasama pendidikan antara dua belah pihak. Pemerintah Provinsi Papua akan mengirimkan sejumlah mahasiswa Papua setiap tahunnya ke universitas ini sedangkan pihak universitas akan menyediakan beasiswa bagi mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan di universitas tersebut.

“Ini kerjasama yang baik buat masa depan Papua. Kami sangat senang sekali bisa menjalin kerjasama dengan pemerintah Provinsi Papua. Sebelumnya kami juga sudah bekerjasama dengan Universitas Cenderawasih. Saat ini pun kami sedang mendalami rencana membuka fakultas kemaritiman dan perikanan di Universitas Cenderawasih,” ujar David Dooley, Presiden Universitas Rhode Island.

Universitas Rhode Island menurut Dooley memiliki fakultas ilmu kemaritiman dan perikanan yang menjadi salah satu dari lima fakultas kelautan terbaik di dunia. Fakultas ini bahkan memiliki reaktor nuklir untuk mendukung program studinya selain kapal-kapal riset kelautan yang mengarungi lautan setiap tahunnya untuk melakukan riset kelautan.

“Jumlah mahasiswa di universitas ini sekitar 17 ribu orang. Ada 90 program studi setiap tahunnya, ilmu pasti maupun ilmu sosial. Sebagian berasal dari 67 negara. Dua ribu lebih merupakan mahasiswa pasca sarjana,” lanjut Dooley.

Selain program studi kemaritiman dan perikanan, program studi farmasi di kampus ini juga merupakan salah satu yang terbaik di dunia dalam penelitan obat-obatan herbal. Program studi ini memiliki taman herbal yang berisi tanaman obat-obatan dari seluruh dunia.

Dooley menambahkan, selain memberikan beasiswa, dukungan untuk mahasiswa internasional di universitas yang dipimpinnya ini antara lain fasilitas perumahan, perawatan kesehatan mahasiswa serta fasilitas makan yang sangat baik.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Papua menyampaikan jika tahun 2019 ini ada tujuh orang dari Papua akan menjadi mahasiswa di Universitas Rhode Island. Tujuh orang ini baru saja menyelesaikan pendidikan menengah mereka di beberapa sekolah di Amerika Serikat. Mereka akan mulai belajar di kampus Universitas Rhode Island pada bulan Juni mendatang.

“Pengiriman mahasiswa Papua ke luar negeri selain untuk meningkatkan daya saing anak-anak asli Papua dibidang  ilmu pengetahun dan tekhnologi juga mempersiapkan mereka sebagai tenaga-tenaga kerja dengan disiplin dan ketrampilan yang baik,” ungkap Gubernur.

Lanjutnya, sistem pendidikan universitas di Amerika sangat baik karena mahasiswa bukan hanya dipersiapkan dari sisi ilmu pengetahuan dan teknologi semata tetapi juga dari sisi kerohanian. “Fondasi Papua adalah iman dan pendidikan. Pondasi ini akan melahirkan generasi Papua yang siap dimasa depan,” lanjutnya.

Pemerintah Provinsi Papua juga mendukung kerjasama antara Universitas Negeri Cenderawasih (Uncen) Jayapura dan University of Rhode Island (URI) untuk membuka Fakultas Kelautan dan Perikanan. Kerjasama kedua universitas untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) asli Papua diharapkan tak hanya ilmu kelautan dan perikanan tetapi  juga mencakup seluruh program studi ilmu farmasi, kedokteran dan ilmu alam dan lingkungan, ilmu pertanian, teknologi informasi dan komunikasi dan lainnya.

“Saya menyambut baik dan mendukung kerjasama antara University of Rhode Island dan Uncen Papua. Kami harapkan kerjasama akademik antara kedua universitas dapat mewujudkan Fakultas Kelautan dan Perikanan yang sangat dibutuhkan di Papua,”ungkap Gubernur Enembe.

Menurutnya, kerjasama kedua universitas sangat membantu pemerintah untuk menyiapkan SDM asli Papua dibidang kelautan dan perikanan. Karena hingga kini potensi bawah laut Papua belum dikelola dengan baik. Apalagi, Papua memiliki keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia. Lautan Papua merupakan wilayah Marine Mega – Biodiversity terbesar di dunia dengan  memiliki 8.500 species ikan, 555 species rumput laut dan 950 species biota terumbu karang.

“Di kampus ini, saya lihat penggunaan teknologi bawah laut yang dikendalikan langsung dari fakultas tersebut untuk membuat peta dan eksplorasi berbagai jenis biota laut yang ada di berbagai negara di dunia. Hal seperti ini sangat kita butuhkan,” ujar Gubernur Enembe.

Terpisah, Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen), Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST. MT mengapresiasi dukungan Gubernur Papua dan bertekad membuka fakultas kelautan dan perikanan. Saat ini menurutnya, Uncen telah memiliki jurusan ilmu kelautan dan perikanan yang terdiri dari dua program studi yakni program studi ilmu kelautan dan program studi ilmu perikanan.

Sedangkan Ketua Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alama (FMIPA) Uncen, John D Kalor, S.Si, M.Sc/M.I.N.C mengatakan MoU antara Uncen dan URI telah ditandantangani pada tahun 2017 terkait kerjasama dan pendirian fakultas kelautan dan perikanan. “Diharapkan dengan dukungan Pemprov Papua, fakultas ini dapat dibuka dalam waktu dekat,” harap keduanya.

Terkait hal tersebut, Dooley mengatakan Dr.Michael A Rice, Dosen Fakultas Perikanan, Ilmu dan Kedokteran Hewan University of Rhode Island telah dijadwalkan pekan depan terbang ke Papua bertemu pihak Uncen untuk menindaklanjuti rencana pembukaan fakultas perikanan dan ilmu kelautan di Uncen. Dukungan gubernur akan sangat membantu rencana tersebut.

“Dukungan dari Gubernur Papua ini sangat kami butuhkan untuk membangun fakultas kemaritiman dan perikanan di Uncen,”  ujar Dooley. (*)

Editor: Syofiardi Bachyul JB

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)