Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pemerintah Samoa umumkan keadaan darurat wabah campak

Plt. Perdana Menteri Samoa dan Menteri Kesehatan, Faimalotoa Kika Stowers-Ah Kau, setelah pertemuan mendesak Komite Penasihat Nasional, National Advisory Committee, pada Sabtu pagi (16/11/2019). – Samoa Observer/Misiona Simo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Apia, Jubi – Pemerintah Samoa mengeluarkan surat perintah untuk deklarasi keadaan darurat kesehatan masyarakat dan wabah campak, yang disampaikan oleh Pejabat Plt. Perdana Menteri, Faimalotoa Kika Stowers-Ah Kau, pada Jumat malam (15/11/2019).

Surat perintah itu termasuk mewajibkan program imunisasi untuk semua, menginstruksikan tindak tegas dalam mengawasi pertemuan-pertemuan publik, dan pelibatan polisi untuk menjaga perdamaian dan memberikan dukungan dimana ia diperlukan. Perintah itu tertulis dalam pernyataan yang diumumkan oleh pemerintah.

Surat itu diumumkan setelah pertemuan mendadak Komite Penasihat Nasional di ruang rapat kabinet, yang dihadiri oleh Menteri-menteri Kabinet dan anggota Dewan Penasihat Penanggulangan Bencana Nasional, National Disaster Advisory Council, untuk membahas implikasi dari deklarasi keadaan darurat wabah campak.

Sebuah program imunisasi akan diterbitkan pada Senin waktu lokal, termasuk di mana dan kapan imunisasi akan tersedia. Transportasi ke lokasi vaksinasi akan disediakan, dan kelompok usia tertentu diprioritaskan.

Loading...
;

Vaksin campak, gondong, dan rubela (MMR) sekarang diwajibkan secara hukum, dan anak-anak di bawah 17 tahun tidak diizinkan menghadiri pertemuan-pertemuan publik.

Semua sekolah dan perguruan tinggi di Samoa ditutup, termasuk Universitas Samoa. Deklarasi ini memperpanjang penutupan sekolah-sekolah menengah selama dua minggu, semua ujian juga ditunda sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Di seluruh rumah sakit di negara itu, perintah tersebut menuliskan bahwa hanya satu anggota keluarga yang bisa mendampingi keluarga mereka yang sakit, dan mereka harus berusia di atas 18 tahun.

Kementerian Kepolisian telah ditugaskan untuk ‘menjaga perdamaian, menyediakan dukungan bagi staf dan keluarga di rumah sakit’ serta membantu rumah sakit-rumah sakit memantau pengunjung. Pemerintah juga terus bekerja keras.

Pemerintah telah membentuk Komite Penasihat Nasional, National Advisory Committee, untuk menangani krisis campak ini.

Deklarasi Keadaan Darurat memungkinkan pemerintah Samoa untuk mengambil tindakan dengan minim halangan seperti biasanya, contohnya adalah memungkinkan mereka untuk mewajibkan imunisasi.

Pemerintah juga mengimbau keluarga-keluarga untuk menghindari pengobatan alternatif dalam kasus campak, karena efeknya pada tubuh pasien yang bisa menyebabkan komplikasi dan berakibat fatal.

Sementara itu, TVNZ melaporkan bahwa gerakan anti-vaksin telah menyebabkan rendahnya tingkat imunisasi Samoa, dan mensinyalir pejabat pemerintah AS telah membantu memfasilitasi gerakan ini. Menurut laporannya, divisi berita TVNZ, 1 NEWS, berkata telah menemukan diadakannya pertemuan gerakan anti-vaksin di Samoa pada Juni, tidak lama sebelum wabah campak. Seorang staf Kedutaan Besar AS di Apia dilaporkan memfasilitasi pertemuan dengan tokoh anti-vaksin dari AS dan Australia.

“Gerakan antivaksin telah memperburuk situasi,” menurut Direktur Jenderal Kemenkes Samoa, Laeusa Take Naseri. (Samoa Observer)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top