Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pemilik lahan ulayat blokade Bandara Mopah

Pendudukan fasilitas baru Terminal Penumpang Bandara Mopah oleh para pemilik lahan ulayat, Jumat (8/11/2019) – Jubi/Frans L Kobun.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Pemilik lahan ulayat memblokade atau memalang bangunan baru Terminal Penumpang Bandara Mopah yang baru sehari beroperasi. Alasan mereka, tuntutan ganti rugi terhadap penguasaan lahan seluas 60 hektare yang digunakan pihak bandara tidak kunjung dibayar.

Para pemilik lahan ulayat tersebut berasal dari tiga kampung di Merauke, yakni Spadem, Kayakai, serta Payum. Puluhan orang menduduki area pintu masuk dan mengikatkan janur sebagai tanda pemalangan di sejumlah lokasi di Terminal Penumpang Bandara Mopah.

“Pemilik ulayat tersinggung dengan tindakan sepihak dari Kepala Bandara Mopah Agus Irianto yang mengoperasikan bandara baru. Dalam pertemuan yang difasilitasi Mensesneg (Menteri Sekretaris Negara) di Jakarta, beberapa waktu lalu telah disepakati bandara tidak boleh beroperasi sebelum pembayaran (ganti rugi),” kata Kepala Bidang Hak Ulayat Lembaga Masyarakat (LMA) Merauke Timoteus Gidi.

Gidi, yang mewakili para pemilik lahan ulayat mengatakan, pada pertemuan mereka bersama pihak bandara dan bupati juga telah disepakati masalah penyelesaian ganti rugi. Lahan yang disengketakan itu bakal diukur ulang, sekaligus digelar peradilan adat guna memastikan luasan serta kepemilikannya.

Loading...
;

Namun, fasilitas baru Bandara Mopah tersebut ternyata langsung dioperasikan sejak kemarin. Tindakan sepihak itu pun ditentang para pemilik lahan ulayat dengan melakukan pemalangan.

“Berdasarkan kesepakatan para pemilik ulayat, ganti rugi lahan mereka sebesar Rp800 miliar. Itu sudah final dan tak bisa diganggu gugat,” tegas Gidi.

Dia menyatakan mereka akan terus menduduki bandara hingga tuntutan ganti rugi dipenuhi. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai penyelesaiannya.

Kepala Bandara Mopah Agus Irianto menyatakan terminal baru dioperasikan karena semua fasilitasnya sudah siap dan lengkap. Pengoperasiannya juga telah mendapat persetujuan dari Bupati Merauke Frederikus Gebze.

“Pak Bupati telah meninjau bandara pada Rabu, 6 November 2019, dan menyetujui pengoperasiannya. Meskipun bandara belum diresmikan, terminal penumpang dioperasikan terlebih dahulu karena peralatan lama sudah mulai rusak,” kata Agus. (*)

 

Editor: Aries Munandar

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top