Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pemkab diminta data mahasiswa Papua asal Nabire

Posko penampungan mahasiswa eksodus di Nabire – Jubi/Titus Ruban.

Papua No. 1 News Portal | Jubi
Nabire, Jubi – Pemkab Nabire diminta setempat untuk mendata para mahasiswa asal Kabupaten Nabire secara keseluruhan.
“Perlu ada pendataan mahasiswa asal Nabire yang sedang studi di luar Papua bahkan mereka yang saat ini sedang eksodus dan tinggal di penampungan di Kampus STT Walter Pos, Tapioka,” ujar Toko Pemuda Nabire, Bentot Yatipai kepada Jubi di Nabire. Kamis (26/9/2019).

Boleh dikatakan, hingga saat ini keseluruhan mahasiswa asal Nabire belum terdata. Maka menurutnya Pemda harus mendata dengan benar mana mahasiswa asli Nabire, dengan didukung dengan KTP/ kartu keluarga.

Selain itu ia bilang, mahasiswa yang sedang berada di posko juga harus didata agar bisa diketahui alasan kepulangannya, bagaimana tindakan selanjutnya yang bisa dibantu Pemda, terkait kepulangan mereka kembali ke kota studi.

“Saya sangat yakin mahasiswa asal Nabire tidak ada data yang jelas yang dimiliki Pemkab,” terang pria yang merupakan penasehat komunitas Kopena dan Amoye yang bergerak pada isu sosial dan lingkungan itu .

Menurut Yatipai, situasi Papua sejak kejadian rasisme, sangat berdampak dan menjadi pemicu beberapa kajadian. Hal ini juga tidak terlepas dari para tokoh dan elite Papua yang mudah mengeluarkan statemen emosional hingga berdampak pada eksodus besar – besaran atau istilah Papua Pulang Kampung (Pulkam).

Loading...
;

dia bilang, ada janji – janji manis dan kepada pemerintah pusat. Bahkan terkesan instruksi atau seruan untuk seluruh mahasiwa pulang kalau kondisi di kota studi sangatlah sudah tidak aman.

“Karena mahasiswa yang lagi labil dengan sikon tekanan, diskriminasi, akibat kejadian rasisme maka mereka tentu dengan mudah menyambut baik seruan itu,” tuturnya.

Untuk itu, Yatipai menyarankan kepada Pemkab Nabire untuk mengadakan pendekatan dan menerima mahasiswa yang eksodus atau pulang ke Nabire lalu tinggal di posko ini.

“Pendekatan dan data mahasiswa tentunya sangat perlu agar mereke tak tinggal lag posko. Karena dikwatirkan dengan adanya posko malah menimbulkan masalah baru lalu bisa dimanfaatkan oknum yang ingin membuat kerusuhan seperti yang sudah terjadi di beberapa daerah lain,” ujarnya.

Kepala bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Nabire, Theodorus Asmantodi mengatakan bahwa data mahasiswa asal Nabire belum ada.

“Selama ini memang belum ada data mahasiswa asal Nabire. Setahu saya yang ada hanya mereka yang menerima bantuan di semester terakhir yakni semester 6,7 dan delapan,” katanya.(*)

Editor; Syam Terrajana

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top