Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pemkab Lembata tetapkan KLB DBD

Ilustrasi, pixabay.com

Dinas Kesehatan juga mengupayakan kegiatan pengasapan  atau fogging, meski diakui langkah itu tak efektif karena tidak bisa memberantas semua jentik-jentik nyamuk yang berkembangbiak dengan cepat.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Kupang, Jubi – Pemerintah Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menetapkan status Kejadian Luar Biasa terhadap peristiwa serangan penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD) yang mulai marak melanda wilayah setempat sejak awal Januari 2020.

“Serangan penyakit DBD di Lembata sudah kami tetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa dengan angka penderita penyakit yang terus meningkat dalam hitungan hari,” kata Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, Rabu, (22/1/2020).

Baca juga : Penyebaran DBD semakin ancam warga Palangka Raya

DBD di daerah ini mencapai 692 kasus

Wabah DBD di Kepulauan Marshall memburuk

Loading...
;

Awalnya penderita sekitar 30-an orang, kemudian meningkat hingga 43 orang pada Selasa (21/1/2020)  kemarin dan saat ini sudah tercatat 55 orang yang terserang DBD.  Serangan penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus di daerah setempat mulai terdeteksi beberapa waktu lalu dengan adanya kasus bayi meninggal akibat DBD di wilayah Waikomo.

“Di Waikomo itu memang hulunya karena di situ daerah persawahan sehingga banyak genangan air, kemudian hilirnya di wilayah Selandoro, daerah pantai yang menjadi muara aliran air yang membawa serta sampah-sampah,” kata Langoday menambahkan.

Pemkab setempat  telah menggelar rapat koordinasi dengan pemerintah hingga tingkat bawah bersama berbagai elemen lain berbagai upaya pencegahan agar penularan penyakit tidak terus meluas. Salah satu upaya yang diutamakan dengan menggalakkan kegiatan pembersihan lingkungan yang tidak hanya dilakukan melalui kegiatan Jumat Bersih melainkan setiap hari.

“Semua kecamatan, desa, juga kami imbau untuk menggencarkan kegiatan bersih-bersih di lingkungan masing-masing untuk memastikan tidak ada sarang nyamuk berkembangbiak,” kata Langoday menjelaskan.

Upaya lain dilakukan melalui pendekatan kearifan lokal dengan mengimbau warga menaburkan daun mimba pada genangan air atau menanam serai merah di lingkungan sekitar untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk.

Dinas Kesehatan juga mengupayakan kegiatan pengasapan  atau fogging, meski diakui langkah itu tak efektif karena tidak bisa memberantas semua jentik-jentik nyamuk yang berkembangbiak dengan cepat.

“Kami berharap penularan penyakit tidak terus meluas dengan berbagai upaya yang dilakukan tetapi kalau sampai darurat bencana tentu semua komponen akan digunakan untuk melakukan penanganan baik di wilayah yang terkena maupun tidak terkena bencana penyakit,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top