Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pemkot Makasar larang anak berkeliaran di TPA

Ilustrasi sampah di TPA Doyo Lama  – Jubi/Yance Wenda

“TPA adalah sumbernya bakteri. Banyak penyakit bisa ditimbulkan jika selalu berada di sana,”

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Makassar, Jubi – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Sulawesi Selatan melarang anak-anak berkeliaran di kawasan Tempat Pembuangan Akhir Tamangapa. Banyaknya dampak yang bisa ditimbulkan berbagai jenis sampah yang dibuang ke TPA tersebut menjadi alasan larangan tersebut.

“Tidak dibenarkan memang anak-anak berkeliaran di areal TPA. Banyak dampak negatif bagi anak-anak itu jika mereka berada di sekitar TPA,” ujar Kepala DLH Makassar, Rusmayana, Minggu, (23/6/2019)

Berita terkait : Buang sembarangan, sampah di TPA Doyo Lama menutup jalan

Loading...
;

Setiap bulan, 4 ribu ton sampah diangkut ke TPA

Bank Sampah, solusi atasi tumpukan sampah di TPA

Ia mengatakan berbagai macam dampak yang ditimbulkan jika anak-anak beraktivitas di sekitar TPA di antaranya adalah berpotensinya terserang bakteri maupun penyakit. Selain itu kondisi imun anak-anak itu belum terbentuk dengan baik. “Dan TPA adalah sumbernya bakteri. Banyak penyakit bisa ditimbulkan jika selalu berada di sana,” kata Rusmayana, menambahkan.

Menurut dia adanya anak-anak yang bermain ataupun memulung di TPA Tamangapa harus menjadi perhatian serius. Dirinya juga sudah menginstruksikan kepada bawahannya agar melarang anak-anak tersebut berada di sekitar TPA.

Ia memastikan tidak pernah benarkan jika ada anak-anak berkeliaran di TPA untuk bermain, apalagi mau bekerja atau dipekerjakan (memulung).

Selain melarang anak-anak berkeliaran di sekitar TPA, dia juga menjelaskan jika proyek besar untuk energi sedang direncanakan akan dibangun di TPA Tamangapa yakni Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dan diproyeksikan terealisasi 2020.

“Kami sudah buat surat edarannya dan telah disampaikan kepada semua jajaran. Malahan sudah kami edarkan sejak April lalu agar menjadi perhatian bagi anak-anak,” katanya.

Meski begitu, ia tetap akan melakukan pengawasan sekaligus berkoordinasi lebih lanjut dengan pengelola kebersihan di kecamatan maupun kelurahan untuk mencegah hal ini terjadi. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top