Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pemkot Mataram usulkan bantuan untuk 1.505 keluarga korban gempa

Ilustrasi retak akibat gempa, pixabay.com

Rincian para korban yang masuk pada SK-11 itu terdiri atas 258 keluarga kategori rusak sedang dan 1.247 KK rusak ringan.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Mataram, Jubi – Pemerintah Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat, kembali mengusulkan bantuan bagi 1.505 keluarga korban gempa bumi 2018. Pengajuan bantuan terakomodasi dalam Surat Keputusan (SK) Wali Kota Mataram ke-11.

“SK ke-11 ini mengacu pada yang disampaikan Bapak Wakil Presiden RI H Ma’ruf Amin, bahwa penanganan rehabilitasi rekonstruksi di NTB harus selesai dan kalau ada perpanjangan masa rehab dan rekon hingga Maret 2020,” kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, Senin, (30/12/2019).

Berita terkait : Korban gempa Mataram dilatih mengolah rumput laut

Pemerasan rehabilitasi pascagempa Mataram segera masuk pengadilan

Gempa bumi di Mataram dirasakan tujuh kali

Loading...
;

Rincian para korban yang masuk pada SK-11 itu terdiri atas 258 keluarga kategori rusak sedang dan 1.247 KK rusak ringan. Usulan bantuan bagi korban gempa bumi 2018 tersebut disebabkan ada anomali data terhadap data sebelumnya serta ada penurunan status kriteria rusak berat menjadi rusak sedang atau rusak ringan.

Meski pemerintah Kota Mataram kembali mengusulkan bantuan untuk korban gempa 2018, namun tidak ada tambahan dana, karena bantuan akan diberikan dengan menggunakan dana yang sudah ada di rekening PPK BPBD Kota Mataram.

“Saat ini masih ada dana bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi gempa bumi 2018, sebesar Rp21 miliar lebih,” kata Martawang menjelaskan.

Masih ada sisa dana Rp21 miliar lebih itu karena adanya data anomali pada SK ke-1 sampai ke-10. Anomali data yang dimaksudkan seperti identitas ganda dan perubahan kriteria kerusakan dari rusak berat ke rusak sedang, dan rusak sedang menjadi rusak ringan.

“Jadi sisa uang itulah yang terakumulasi, dan kita harapkan uang itulah yang akan digunakan mengintervensi korban gempa pada SK ke-11. Ditargetkan, Maret 2020 bisa diselesaikan secara keseluruhan,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top