Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pemprov Papua akan mendata mahasiswa eksodus

Ketua Majelis Rakyat Papua, Timotius Murib saat berdialog dengan rombongan mahasiswa eksodus di halaman Kantor MRP, Jayapura, Kamis (9/1/2020).  (Jubi/dok MRP)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jumat – Pemerintah Provinsi Papua akan segera mendata para mahasiswa eksodus yang masih berada di Papua. Rencana itu disampaikan Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Papua, Hery Dosinaen di Jayapura, Jumat (24/1/2020).

Dosinaen menyatakan pendataan itu akan dilakukan untuk mengetahui data pasti berapa jumlah mahasiswa eksodus di Papua. Ia menyatakan pendataan itu akan dilakukan hingga ke perguruan tinggi mahasiswa eksodus. “Gubernur Papua sudah menginstruksikan [agar kami] bersurat ke semua perguruan tinggi terkait, guna melakukan pendataan,” katanya.

Sejak persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua terjadi di Surabaya pada 16 dan 17 Agustus 2019, ribuan mahasiswa Papua yang berkuliah di luar Papua melakukan eksodus dan pulang ke Papua. Eksodus terjadi setelah sejumlah asrama atau pemondokan mahasiswa Papua di berbagai kota studi didatangi aparat keamanan atau dipersekusi organisasi kemasyarakatan.

Situasi itu membuat mahasiswa Papua merasa tidak nyaman dan aman, sehingga meninggalkan kuliahnya dan pulang ke Papua. Polda Papua memperkirakan jumlah mahasiswa eksodus yang meninggalkan berbagai perguruan tinggi di luar Papua itu mencapai 3.000 orang. Sementara Posko Induk Mahasiswa Eksodus di Jayapura menyatakan jumlah mahasiswa eksodus di Papua mencapai 6.000 orang.

Menurut Dosinaen, pihaknya bersama Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Timotius Murib sempat menggelar pertemuan dengan kelompok Posko Induk Mahasiswa Eksodus di Jayapura. Pertemuan itu berlangsung dalam rapat terbuka yang diselenggarakan MRP di halaman kantornya pada Rabu (22/1/2020). “Hanya saja pertemuan tersebut tidak menghasilkan apa-apa karena para mahasiswa menginginkan bertemu dengan Gubernur Papua Lukas Enembe,” ujarnya.

Dosinaen berharap agar para mahasiswa eksodus tidak mudah terpancing oleh isu. Menurutnya, Gubernur Papua Lukas Enembe sudah bertemu dengan Menteri Dalam Negeri dan beberapa menteri terkait untuk berbicara tentang masalah mahasiswa tersebut.

Loading...
;

“Gubernur Papua juga telah mengkomunikasi permasalahan tersebut ke tingkat pusat. Masalah mahasiswa eksodus tidak bisa disepelekan, karena bisa berimbas pada masalah sosial yang cukup luas,” katanya lagi.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

 

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top