Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pemprov Papua anggarkan delapan miliar untuk bangun kembali Wamena

Pembersihan puing-puing kebakaran pasca kerusuhan di seputar Hom-Hom, Distrik Hubikiak, Jayawijaya – Jubi/Islami.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Gubernur Papua Lukas Enembe telah menganggarkan sedikitnya Rp8 miliar untuk membangun kembali rumah warga yang rusak bahkan terbakar akibat insiden 23 September 2019 lalu. Dana sebesar itu, bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD -P) tahun 2019.

“Kami sudah anggarkan dan itu sudah masuk dalam APBD Perubahan, nanti pihak TNI yang akan membangunnya, namun dibangun menggunakan papan saja dulu seperti dulu di Tolikara,” kata Gubernur Lukas kepada wartawan, Selasa (8/10/2019) usai menghadiri launching pemilihan serentak bupati dan wakil bupati 11 kabupaten Pemilu damai di Taman Imbi, Jayapura.

Gubernur Lukas juga telah mengimbau kepada pengungsi dari Kota Wamena untuk tidak keluar dari Papua, karena Wamena sudah pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman.

“Kami sudah memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat, sehingga tidak perlu takut. Saya mau katakan bahwa kasus di Wamena itu ada 22 orang yang meninggal dari saudara-saudara kita luar Papua, tetapi korban dari orang Papua lebih banyak daripada itu,” ujarnya.

Loading...
;

Akibat aksi demo berunjung amuk massa itu, akhirnya pihak Polres Jayawijaya kembali menetapkan tersangka. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, jumlah tersangka yang semula tujuh orang kini bertambah menjadi 13 orang.

Akan tetapi baru sebanyak 10 tersangka yang ditahan di Polres Jayawijaya dan tiga lainnya masuk daftar  pencarian orang atau DPO. Menurutnya, inisial para tersangka yang kini sudah ditahan yakni DM (19), RW (18), AO (16), RA (16), AK (19), DJ (32), YP (22), ES (27), MT (27), SK (40).

“Yang DPO ini yakni YA, B dan MA. Ada di antara para tersangka berstatus pelajar. Mereka ini ada yang ikut-ikutan saat terjadi perusakan dan pembakaran. Sementara tersangka yang berstatus DPO, diduga mereka yang menghasut,” kata Kombes Pol A.M. Kamal dalam keterangan persnya, Senin (7/10/2019).

Kasus Wamena bermula ketika ada seorang guru yang diduga melakukan ujaran rasis terhadap anak didiknya. (*)

 

Editor: Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top