HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pemprov Papua bakal surati Menhub soal harga tiket pesawat

Suasana di Bandara Sentani Jayapura – Jubi/Dok

Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi Papua dalam waktu dekat akan menyurati Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, terkait harga tiket pesawat seluruh maskapai penerbangan yang hingga kini tak kunjung turun.

Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, mengatakan dirinya sudah perintahkan Sekretaris Daerah Papua Hery Dosinaen untuk segera membuat surat dan mengirimnya ke Menhub, agar bisa segera dijawab. Mengingat harga tiket saat ini hampir mendekati ambang batas yang ditetapkan Kementerian Perhubungan.

“Kami harap ambang batas yang ada saat ini bisa diturunkan. Misalnya, kalau batas atas tiket kelas ekonomi sekitar Rp3000, khusus untuk Papua dia harus turun Rp2000. Kalaupun pihak penerbangan tidak bisa terima dengan alasan jarak terlalu jauh, nah di situlah kebijakan pemerintah. Mungkin ada subsidi, tapi poinnya adalah rakyat jangan dikasih beban lagi,” kata Klemen Tinal, di Jayapura, Senin (13/5/2019).

Ia tekankan, seharunya untuk harga tiket penerbangan di wilayah Papua ada kebijakan khusus. Sebab, seluruh wilayah Papua hanya dapat ditempuh dengan transportasi udara atau laut.

“Intinya kalau memang mau rakyat Papua mau berubah, kasih dia kebijakan dengan kemajuan yang luar biasa. Bukan cuma fisik infrastruktur saja, tetapi jasa maupun biaya dapat benar-benar dikendalikan secara eknomi serta inflasi di Papua dapat ditekan,” ujarnya.

Loading...
;

Sebelumnya, petisi daring “Turunkan harga tiket pesawat ke Papua!” yang dimulai Paul Eria, seorang warga Papua di Semarang, meraih semakin banyak dukungan. Hingga Kamis (9/5/2019) pukul 20.20, petisi yang meminta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membuat regulasi untuk menurunkan harga tiket pesawat ke Papua itu telah ditandatangani 84.892 ribu pendukung.

Petisi daring (online) itu dibuat dalam platfrom change.org pada lima bulan yang lalu, dan memasang target untuk ditandatangani oleh 150 ribu pendukung. Petisi Paul Eria, alias Paul Shady, itu telah membuka ironi harga tiket pesawat dari Semarang ke Papua yang ternyata lebih mahal dibandingkan harga tiket pesawat dari Semarang menuju Bangkok, ibukota Thailand.

“Kenapa harga tiket pesawat rute dari Jawa ke Papua harganya selalu mahal? Apalagi rute Papua – Jawa, harganya bisa sampai dua kali lipat! Mirisnya, banyak harga tiket ke luar negeri yang justru lebih murah daripada ke Papua,” tulis Paul dalam pengantar petisinya.

Eria mengungkapkan, harga tiket itu sangat mahal, dan sangat memberatkan bagi anak-anak Papua yang sedang bersekolah atau berkuliah di Pulau Jawa. “Padahal kami, orang Papua yang berkuliah di luar Papua, tidak semuanya berkecukupan. Belum lagi kalau kami masih harus naik pesawat kecil untuk menuju kampung halaman. Bisa jadi kami memilih tidak pulang selama bertahun-tahun,” lanjutnya.

Eria meminta Menteri Perhubungan Budi Karya segera membuat regulasi yang menetapkan pagu atas harga tiket pesawat ke Papua. Eria juga meminta Budi Karya mengatur pagu atas harga tiket pesawat antar daerah di Papua. “Tujuannya baik, agar kami semakin bisa menambah ilmu, pengalaman, dan memahami budaya serta keindahan belahan Indonesia yang lainnya,” tulis Eria.

Mahalnya harga tiket pesawat dari dan menuju Papua menurut Eria bisa mengandaskan cita-cita anak Papua untuk menuntut ilmu, atau mencari pekerjaan di luar Papua. “Bagaimana kami bisa maju? Bagaimana kami bisa menambah ilmu, pengalaman, dan memahami belahan Indonesia yang lainnya? … Jika harga pesawat untuk datang ke tanah Papua terlalu mahal seperti sekarang, saya khawatir semakin sulit kami mendekatkan diri dengan saudara-saudara dari luar Papua,” tulisnya.

Petisi Eria bukan satu-satunya petisi daring change.org yang menuntut Kementerian Perhubungan membuat regulasi yang menetapkan pagu atas harga tiket pesawat.

Iskandar Zulkarnaen juga membuat petisi serupa, yaitu “Turunkan Harga Tiket Pesawat Domestik Indonesia” yang menargetkan untuk meraih 1,5 juta dukungan. Hingga Kamis pukul 20.20 WP, petisi Iskandar itu telah ditandatangani 1.068.458 pendukung.

Petisi serupa juga dibuat Nadya Wulandari berjudul “Turunkan Harga Tiket Domestik“. “Bapak Menteri yang kami hormati, tolong direvisi lagi peraturan tiket pesawat ini. Ketika saya cek harga tiket pesawat, semua maskapai menaikkan sampai tarif batas atas, tanpa terkecuali,” keluh Nadya. Hingga Kamis pukul 20.20 WP, petisi itu telah ditandatangani 556.683 pendukung. (*)

Editor: Syam Terrajana

 

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)