Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pemuda Baptis Papua : rakyat Papua tidak butuh pemekaran

Foto ilustrasi. – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Ketua Pemuda Baptis Papua, Sepi Angginak Wanimbo mengatakan rakyat di Tanah Papua itu tidak membutuhkan pemekaran provinsi ataupun pemekaran kabupaten/kota di Tanah Papua. Wanimbo menyatakan pemekaran provinsi maupun kabupaten/kota di Papua cenderung membawa masalah baru dan memecah-belah persatuan orang Asli Papua.

Wanimbo menyatakan sejak lama orang asli Papua hidup sehat, aman, sejahtera dan damai tanpa ada pemekaran provinsi ataupun pemekaran kabupaten/kota. “Masyarakat Papua kaya, mempunyai tanah yang subur, air yang bersih, emas, minyak, ubi, singkong, keladi, bete, sagu, kelapa, ikan, bagi, dan sayuran. Pemerintah harus berpikir bagaimana mengoptimalkan potensi kekayaan alam itu,” kata Wanimbo melalui sambungan telepon, Minggu (30/6/2019).

Sepi Wanimbo mengatakan, dirinya tidak sependapat dengan berbagai pihak yang rajin memperjuangkan pemekaran provinsi maupun pemekaran kabupaten/kota di Papua. “Faktanya, di hampir semua kabupaten/kota [hasil pemekaran] terjadi pertumpahan darah,” kata Wanimbo.

Wanimbo juga menyoroti bagaimana pemekaran wilayah di Papua tidak menghentikan berbagai kasus kekerasan di Papua. “Contoh kasus, kekerasan di Kabupaten Nduga sejak 2 Desember 2018. Sampai hari ini aparat keamanan terus melakuakn pengejaran [terhadap kelompok bersenjata], dan pengejaran itu justru membuat rakyat Nduga terus menjadi korban. Rakyat menjadi korban pertumpahan daerah, menjadi korban dari pelayan gereja, pelayanan pendidikan, dan pelayanan kesehatan yang terhenti,” kata Wanimbo.

Loading...
;

Pemekaran provinsi maupun pemekaran kabupaten/kota di Tanah Papua juga dinilai Wanimbo tidak mampu menghentikan proses marjinalisasi orang asli Papua. “Penduduk non-Papua semakin hari semakin bertambah. Mereka datang dengan pengetahuan yang cukup, dan memiliki modal, sehingga orang asli Papua kalah [bersaing],” katanya.

Wanimbo berharap seluruh pemangku kepentingan di Papua berhenti memperjuangkan pemekaran provinsi ataupun pemekaran kabupaten/kota di Papua. Ia menegaskan rakyat di Papua lebih membutuhkan keadilan, kebenaran, pemimpin yang jujur, dan kedamaian. “Berbaliklah kepada rakyat, berjuanglah tentang [dialog] Papua – Indonesia yang dimediasi pihak ketiga [untuk mewujudkan perdamaian di Tanah Papua],” katanya.

Aktivis mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Cendrawasih, Amos Kayame mengatakan, pihaknya menolak rencana pemekaran Provinsi Papua menjadi Provinsi Papua Tengah. Kayame menyatakan pemekaran provinsi itu akan membawa petaka bagi masyarakat Papua.

“Kami sebagi mahasiswa Papua tetap menolak rencana pemekaran provinsi itu, karena [pemekaran] kabupaten [saja sudah menimbulkan] banyak masalah. Apalagi pemekaran menjadi sebuah provinsi. Pemekaran provinsi akan membuat rakyat lebih menderita,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top