Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Penambahan pasukan di Papua justru untungkan kampanye Papua merdeka

Foto ilustrasi – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Anggota Majelis Rakyat Papua utusan Gereja Kemah Injil di Tanah Papua, Pdt Nikolaus Degey STh mempertanyakan mengapa TNI dan Polri terus menambah jumlah aparakat keamanan di Papua pada saat masyarakat tengah bersiap merayakan Natal. Degey menyebut penambahan pasukan serta operasi keamanan yang terus dilakukan di Papua justru dapat menguntungkan kampanye Papua Merdeka.

Degey menyampaikan hal itu di Jayapura, Rabu (18/12/2019), menanggapi kontak senjata yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada Selasa (17/12/2019). Kontak senjata itu menewaskan dua prajurit TNI, Letnan Satu EZ Sidabutar dan Sersan Dua R Rizky. Kantor Berita Antara pada Rabu melaporkan penembakan senjata itu terjadi saat TNI melaksanakan kegiatan bakti sosial perayaan Natal di Kampung Kulapa, Distrik Hitadipa, Intan Jaya.

Degey menyatakan penambahan pasukan di Papua telah terjadi secara terus menerus sejak Agustus 2019. Penambahan pasukan itu terjadi setelah unjukrasa dan amuk massa terjadi di berbagai kota di Papua, dipicu tindakan oknum TNI dan organisasi kemasyarakatan yang melakukan persekusi dan tindakan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya pada 16 dan 17 Agustus 2019.

Sejumlah insiden baru telah terjadi, dan melibatkan pasukan tambahan dari luar Papua. Insiden terbaru adalah kontak senjata antara kelompok bersenjata dan TNI di Kampung Kulapa yang menewaskan dua prajurit TNI pada Selasa.

“Natal tidak perlu pegamanan, karena tidak ada orang jahat. Karena itu, tarik pasukan TNI Polri. Kalau tidak, [penambahan] pasukan TNI/Polri [justru bisa] menjadi bagian dari [bahan kampanye] perjuangan Papua merdeka,” kata Pdt Nikolaus Degey.

Degey mempertanyakan argumentasi aparat keamanan yang menyatakan kehadiran pasukan dan aparat keamanan berbagai pelosok Papua dilakukan dalam rangka pengamanan Natal. Degey menyatakan tidak akan ada pihak yang mengganggu perayaan Natal di kampung dan pelosok Papua, karena semua warganya beragama Kristen.

Loading...
;

“Siapa yang mau ganggu [perayaan Natal di pelosok?]. Kalau [di] kota, masuk akal [jika polisi mewaspadai ada pihak yang akan menggangu perayaan Natal]. Kalau bilang ada yang mau ganggu, itu menodai sucinya perayaan Natal,” kata Degey.

Degey menegaskan, apapun alasan Jakarta, pendekatan militer atau pendekatan keamanan yang digunakan Jakarta dalam menangani isu Papua tetap akan merugikan Indonesia. Pendekatan militer dengan menambah pasukan di Papua, serta menyebar aparat keamanan di berbagai pelosok di Papua, cenderung dipersepsi negatif oleh orang asli Papua dan masyarakat internasional.

Degey mengingatkan pada 2012 persoalan Papua hanya menjadi bahasan negara-negara Melanesia, hingga Papua menjadi isu utama dalam pertemuan-pertemuan Melanesian Spearhead Group (MSG). Pada 2019, persoalan Papua telah berkembang menjadi bahasan negara-negara Pasifik, forum negara Afrika, hingga Karibia.

“Pekan lalu, Konferensi Tingkat Tinggi 79 negara Afrika, Karibia, dan Pasifik mengeluarkan resolusi soal Papua. Jakarta harus pikirkan itu. Kalau Papua ini bagian dari Indonesia, tarik pasukan, supaya kami hidup aman dan damai. Kalau tidak, Jakarta akan bermimpi buruk tentang Papua, karena Papua menjadi isu internasional,” kata Degey.

Sebelumnya, pada Selasa Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal membantah adanya penambahan pasukan ke wilayah Kabupaten Intan Jaya. Ia mengatakan, yang sebenarnya terjadi adalah personel TNI/Polri melakukan aktivitas seperti biasa, melaksanakan patroli, razia dan menyambangi kampung-kampung. “Ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2020,” kata Kamal.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

 

 

 

 

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top