HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Penambangan emas Koroway seharusnya dikelola orang Koroway

Penambangan emas Koroway seharusnya dikelola orang Koroway

Boasa Hamay – Jubi/Benny Mawel

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Tokoh terpelajar Suku Koroway, Boasa Hamay, mendesak pemerintah tidak membiarkan korporsi menambang emas di Koroway tanpa memperhatikan nasib orang Koroway. Penambangan emas di Koroway seharusnya dikelola orang Koroway, dan memberikan kesejahteraan terhadap orang Koroway.

“Saya pikir potensi emas yang ada di Koroway ini bisa memperdayakan orang asli,”ungkap Boasa Hamay Pria yang kini bertugas sebagai Penginjil di Kampung Wadabi, Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen ini kepada Jurnalis Jubi di Jayapura, Rabu (10/7/2019).

Kata dia, ada dua lokasi yang pernah ramai didatangi para pendulang, yaitu kawasan Sungai Daeran dan Siret. Saat ini, penambangan emas hanya terjadi di Siret. “[Penambangan emas di] Daeran sudah ditutup,”ungkap Hamay kepada reporter Jubi, Benny Mawel.

Siret terletak di daerah perbatasan empat kabupaten, yaitu Yahukimo, Pegunungan Bintang, Asmat, dan Boven Digul. Hingga kini, Siret masih disengketakan karena menjadi rebutan Kabupaten Pegunungan Bintang dan Kabupaten Yahukimo.

Terlepas dari sengketa wilayah di antara kedua kabupaten itu, Hamay menyatakan potensi penambangan emas di Siret seharusnya dikelola untuk memperbaiki kesejahteraan orang Koroway. Hadirnya penambangan emas di Siret seharusnya bisa membuat anak-anak di Koroway bersekolah dengan fasilitas dan tenaga pengajar yang memadai.

Akan tetapi, Hamay juga mengingatkan agar kegiatan penambangan di Siret diawasi dengan ketat, untuk mengendalikan dampak lingkungan dari penambangan emas itu. Jika tidak, lingkungan di Koroway akan tercemar, dan dampak pencemaran itu akan membahayakan orang Koroway.

“Pegunaan mercuri sudah mencemari sungai. Alam rusak, [dan jika sudah rusak] pasti ditinggal begitu saja. [Jika itu terjadi] perusahaan pulang, [lalu] orang Koroway yang menanggung semua dampak itu,”ungkapnya.

Ketua DPD KNPI  Papua Albertho Gonzales Wanimbo juga meminta pemerintah tidak sembarangan menerbitkan izin usaha pertambangan di Papua. Wanimbo menyatakan penambangan ilegal maupun penambangan berizin di Koroway, Nabire, Yahukimo, Pegunungan Bintang, dan Mamberamo telah meluas, mencemari dan merusak hutan di Papua.

“[Penambangan itu] berdampak merusak lingkungan. Kami berharap kepada semua pihak untuk menghentikan aktivitas pertambangan itu. Kebanyakan pertambangan itu dijalankan oleh investor dari luar negeri, polisi dan imigrasi harus menertibkan tenaga asing yang didatangkan ke berbagai penambangan itu,” kata Wanimbo saat dihubungi repoter Jubi, Hengky Yeimo.

Wanimbo meminta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Papua jeli dalam memberikan izin usaha pertambangan, dan mengawasi kegiatan penambangan para pemegang izin itu. “Pimpinan daerah jangan sembarang mengeluarkan izin karena  kita harus  menyelamatkan alam dan masyatakat kita,” paparnya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)