Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pencarian MI-17 dilanjutkan, tim pencari dari Jayapura berangkat ke Oksibil 

Foto ilustrasi, helikopter MI-17 milik TNI AD –  Indomiliter.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pada Minggu (30/6/2019), TNI mengerahkan tim pencari jalur darat yang akan menyisir sejumlah tempat yang diduga menjadi lokasi keberadaan helikopter MI-17 milik TNI yang hilang kontak sejak Jumat (28/6/2019). Selain itu, dua helikopter helikopter jenis Bell 412 juga dikerahkan untuk melanjutkan pencarian melalui jalur udara.

Komandan Pangkalan Udara Silas Papare Jayapura, Marsma Tri Bowo Budi Santoso mengatakan tim SAR gabungan TNI dan Basarnas diberangkatkan ke Oksibil, ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Minggu (30/6/2019). Tim itu akan bergabung dengan tim pencarian darat yang akan mencari keberadaan helikopter MI-17 milik TNI.

Loading...
;

Marsma Tri Bowo Budi Santoso menyatakan tim yang beranggotakan 35 orang itu diberangkan menggunakan pesaawat CN235 milik TNI AU. “Pemberangkatan tim itu dilakukan dengan dua kali penerbangan. Penerbangan pertama membawa bahan bakar avtur dan bersama beberapa personil untuk ditempatkan di Oksibil. Penerbangan kedua membawa personil yang akan melakukan pencarian,” kata Marsma Tri Bowo Budi Santoso.

Marsma Tri Bowo Budi Santoso menyatakan tim dari Jayapura itu akan bergabung dengan tim pencarian darat yang berencana menyisir Gunung Mol. Kawasan Gunung Mol merupakan bagian dari wilayah pencarian satu dalam operasi pencarian helikopter MI-17 milik TNI hilang kontak sejak Jumat siang itu.

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Kolonel (Inf) Muhammad Aidi menyatakan tim SAR gabungan akan melakukan pencarian darat di tiga wilayah pencarian. Wilayah pencarian satu berada di Oksibil dipimpin Komandan Distrik Militer (Dandim) 1702/JWY Letkol (Inf) Candra Dianto, dengan kekuatan satu satuan setingkat kompi (SSK).

Tim yang melakukan pencarian darat di wilayah pencarian satu itu terbagi dalam tiga kelompok. Kelompok pertama dipimpin Komandan Satuan Tugas Batalion Infantri (Satgas Yonif) 725/WRG Letkol (Inf) Hendry Ginting, dengan sasaran Distrik Oskop. Kelompok dua dipimpin Letkol (Inf) Candra Diyanto, dengan sasaran Gunung Mol dan Gunung Aplot. Sementara kelompok tiga dipimpin Mayor (Inf)  Ardiyansah dengan sasaran Kampung Alutbakon.

Wilayah pencarian dua berada di daerah Airu, Kabupaten Jayapura, dengan tim dipimpin Kepala Seksi Ops Korem 172 dengan kekuatan pasukan 30 orang. Wilayah pencarian ketiga berada di daerah Lereh, Kabupaten Jayapura dengan dipimpin Dandim 1701/JYP dengan kekuatan Pasukan 20 orang.

“Upaya pencarian hari ini akan berpedoman kepada pengumpulan, analisis informasi dan keterangan dari berbagai sumber, [termasuk] keterangan masyarakat yang digabungkan dengan data analisa Geospatial Intelligence atau GEOINT,” ujarnya.

Aidi menyatakan tim SAR gabungan telah menerima informasi dari masyarakat Kampung Alutbakon, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, yang menyatakan mendengar suara helikopter yang cukup keras melintas di Distrik Oksob pada Jumat (28/6/2019) pukul 13.00 WP. Helikopter itu terbang di sela-sela pegunungan menuju Distrik Bime dan Okbab. Akan tetapi, warga Kampung Alutbakon itu tidak melihat helikopter tersebut, karena  tertutup kabut tebal.

Analisa teknologi GEOINT mengidentifikasi kemungkinan kedudukan helikopter berdasarkan anomali suhu panas, dan telah menentukan beberapa titik koordinat yang diduga menjadi lokasi helikopter yang hilang kontak itu. Analisa teknologi GEOINT itu dapat disesuaikan dengan keterangan masyarakat untuk menentukan kemungkinan tertinggi lokasi keberadaan helikopter tersebut.

Aidi menyatakan TNI juga mengerahkan dua helikopter jenis Bell 412 untuk mencari keberadaan Helikopter MI-17 itu. Pada Minggu, kedua helikopter dengan callsign HA-5177 dan HA-5185 itu melakukan pencarian jalur udara dengan terbang dari Bandara Moses Kilangin di Kabupaten Mimika menuju Bandara Oksibil.

“Selain itu dua unit pesawat milik perusahan sipil yaitu helikopter jenis MD 500 dan pesawat jenis Cessna Caravan akan bergabung ke Oksibil membantu proses pencarian,” kata Kolonel (Inf) M Aidi kepada Jubi, Minggu (30/6/2019).

Helikopter MI-17 milik TNI hilang kontak sejak Jumat (28/6/2019) siang. Helikopter yang lepas landas dari Bandara Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang sekitar pukul 11.44 WIT itu, membawa 12 orang. Tujuh orang merupakan kru helikopter dan lima lainnya adalah anggota Satgas Yonif 725/WRG. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top