Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pencipta lagu Haleluya Wae terima penghargaan dari panitia Pesparani I Papua

Edmar Ukago (kiri) bersama Ketua LP3KD Papua, F.X. Mote saat pemberian penghargaan. – Ist

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Edmar Ukago, sang pencipta lagu Haleluya Wae menerima penghargaan dari panitia pelaksana Pesparani I tingkat Provinsi Papua. Lagu tersebut dinilai mampu membangkitkan semangat dalam memuji dan memuliakan nama Tuhan dari seluruh umat Katolik di Tanah Papua, terutama Keuskupan Jayapura dan Timika.

Wakil Ketua Pesparani I Papua, F.X Mote mengatakan, lagu yang diciptakan Edmar Ukago mampu membangkitkan semangat seluruh umat Tuhan untuk meningkatkan pengabdian, serta untuk kemajuan ajaran Tuhan terlebih dalam memuji dan memuliakan nama Tuhan melalui syair etnik Papua.

“Syair yang diciptakan Pak Edmar Ukago ini begitu menyentuh kalbu dan tetap hidup sepanjang masa, sehingga kami telah memberikan sesuatu (penghargaan) atas kreativitas beliau,” ujar F.X Mote, kepada Jubi, Selasa (19/11/2019).

Sang pecipta lagu rohani etnik Papua ‘Haleluya Wae’, Edmar Ukago menceritakan, awalnya ia terinspirasi dari sebuah lagu berjudul Haleluya Agung bergaya Eropa yang syairnya Tuhan Engkau Maha Besar, kami memuji Engkau, kami sembah Engkau, kami tinggikan Engkau, yang biasanya dinyanyikan umat Katolik saat perayaan besar pada 1990-an.

Loading...
;

“Jadi saya biasa berpikir, coba saya juga harus buat satu lagu yang bernuansa etnik Papua yang harus dinyanyikan oleh banyak orang dan menjadi kebanggan orang asli Papua, pergumulan itu selalu ada,” ujarnya kepada Jubi, setelah menerima penghargaan di auditorium Uncen, Senin (18/11/2019).

Tahun 2003, ia mulai merancang lirik setelah mendapatkan teks lagu berjudul Haleluya dari kelompok koor budaya Nabire usai Paskah Papua sewaktu Alm. Pastor Nato Gobai, Pr masih hidup dan bertugas sebagai pastor paroki di Kristus Raja Nabire.

“Pastor Nato Gobai (Alm) bikin Paskah nuansa Papua di halaman Geraja Katolik Kristus Raja Nabire, di situ ada kelompok koor budaya Papua bersama Mama Betti Edowai dan Alida Giyai, mereka menyanyi lagu yang berjudul ‘Haleluya’. Nah, di situ saya minta teks lalu saya sempurnaka,  tapi saya susun dalam bahasa Indonesia dengan notasi bergaya hidup,” ungkapnya.

Tepat pada 2004, kelompok ini difasilitasi Bupati Nabire, A.P. Youw (saat itu) untuk berangkat ke Timika dan menyanyikannya pada penahbisan Uskup Timika yang pertama, mendiang Mrg. John Philip Saklil, Pr. “Kami menyanyi di Timika. Waktu itu tenor dinyanyikan oleh Alm. Frans Bobii, Alm. Yulianus Yeimo, Aleks Edowai, Frans Adii, Luter Kobogau, bersama ibu-ibu sekitar 12 orang. Selesai menyanyi Uskup Saklil bilang tepuk tangan untuk lagu itu,” kenangnya.

“Tapi sebelum itu, selesai ciptakan saya tes dengan gitar, saya menyanyi sendiri di rumah. Saya punya bulu badan merinding sekali. Semua pohon dan rumput seakan sedang nonton saya. Mereka juga bergembira ria,” ujar Ukago.

Sampai pada 2007, lanjutnya, kontingen Pesparawi Nabire susah untuk mencari lagu etnik saat tampil di Biak. Beberapa orang dari koor budaya Papua di Nabire datang ke rumahnya, meminta untuk melatih mereka. “Saya menyetujui permintaan itu,” ucapnya.

“Tapi karena lagu etnik harus berbahasa daerah, seketika itulah kawan saya bernama Herman You terjemahkan ke dalam bahasa Mee. Dia juga kurangi kata yang lebih, dan tambahkan kata yang kurang. Jadi pada revisi kali ini Herman You tambahkan awal masuk ‘awoo waoo waoo’ kalau awalnya saya buat itu tidak ada. Bagian terakhir ‘waee’ itu juga dia yang tambahkan ibarat mengaminkan,” ungkapnya.

Saat tampil di Biak, mereka mendapatkan juara satu kategori etnik Papua dan dianjurkan berangkat ke Jakarta, untuk mengikuti Asean Choir Games 2007 mewakili Provinsi Papua.

“Kesempatan itu kami menyanyi di pembukaan, lalu diundang ke Austria untuk menyanyi lagi di sana. Tapi batal berangkat karena ketua LPPD Nabire jadi calon Bupati,” katanya.

“Nah, dari situ dia berkembang terus, tapi yang lebih populer setelah kami, paduan suara oikumene Kabupaten Nabire, menyanyi pada Natal Nasional 27 Desember 2014 di stadion Mandala Jayapura, dan saat ulang tahun STFT “FT” jadikan lagu ini sebagai lagu wajib tiap paroki yang berlomba. Tapi untuk kalangan umat Katolik di Nabire itu sudah biasa menyanyi sejak tahun 2010,” kata Ukago.

Atas semangat umat katolik menyanyikan lagu itu, suami dari Elisabet Pekei ini mengatakan, keinginannya untuk lagu etnik Papua harus menjadi ‘darah dan daging’ bagi umat Katolik di Papua telah tercapai. “Jadi cita-cita saya untuk buat lagu etnik Papua ternyata sudah tercapai,” katanya.

“Saya mulai ciptakan lagu dalam bentuk notasi itu November 1999, dan dapat penghargaan pada November 2019. Jadi sudah 20 tahun saya ciptakan lagu-lagu rohani dalam bentuk notasi hampir ratusan,” ujar dia.

Terkait penghargaan itu, lanjutnya, dalam benak Ukago tidak pernah berpikir bahwa suatu saat akan mendapatkan penghargaan seperti ini, namun hanya berpikir bagaimana cara menyemangati umat Tuhan dengan ciri khas Papua.

“Hanya saya pikir yang penting saya bisa memuji Tuhan dengan membuat lagu-lagu nuansa Papua dalam bentuk notasi yang dinyanyikan oleh banyak orang, dan pihak lain juga harus mengetahui bahwa kami orang Papua juga bisa sisi ini. Menyanyi, menyanyi, dan menyanyi,” ungkapnya.

Ayah tiga anak ini mengaku, orang Mee secara khususnya dan Papua umumnya merasa bahwa gereja di Papua harus ada di dalam orang Papua sendiri. Dengan lagu-lagu dalam liturgi nuansa Papua dengan gaya orang Papua.

“Itu kita tahu bahwa gereja Katolik ini ada di tanah Papua. Kalau kita umat Katolik tahunya menyanyi lagu-lagu dari luar, anggaplah kita orang pinggiran, tapi kalau kita menyanyi dengan kita punya ciri khas sendiri merasa gereja Katolik ini kita punya. Apalagi pastor-pastor orang Papua sudah mulai banyak, ditambah lagi kalau besok sudah ada uskup orang asli Papua, gereja Katolik Papua itu akan berakar betul,” katanya. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top