Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pendulang emas ilegal meninggal dunia terseret arus kali Wariori

Salah seorang pekerja kasar di lokasi pendulangan emas di Kampung Wasirawi Distrik Masni yang tewas terseret arus kali Wariori. (Jubi/dokumentasi SAR Manokwari)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Seorang warga atas nama  Ardi (25 tahun) dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus di kali Wariori pada 30 Maret lalu. Jenazah baru ditemukan oleh tim gabungan SAR Manokwari pada 2 April 2019.

Informasi yang diperoleh dari Polsek Masni, korban merupakan salah satu pekerja di lokasi pendulangan emas di Kampung Wasirawi Distrik Masni.

“Korban dan dua rekannya menggunakan rakit dari hulu kali Wariori namun belum sampai ke tujuan, korban terseret arus dan hilang pada tanggal 30 Maret, dan jenazah korban baru ditemukan tanggal 2 April oleh tim gabungan bersama SAR Manokwari,” ujar Kapolsek Masni IPDA Slamet Wibowo, Kamis (4/4/2019).

Atas kejadian tersebut, diketahui bahwa aktivitas pendulangan emas secara ilegal di Kampung Wasirawi Distrik Masni Kabupaten Manokwari secara massif terus  berlangsung hingga saat ini.

Loading...
;

Meski sebelumnya telah dilarang oleh sejumlah pihak termasuk Polda Papua Barat yang pernah memproses hukum sejumlah cukong dan pemodal kegiatan itu, namun tidak memberikan efek jera bagi pekerja kasar untuk terus melakukan aktivitas. Artinya, masih ada pemodal yang tidak tersentuh hukum.

Kendatipun ada pos-pos pengamanan dari TNI maupun Polisi dalam rangka menjaga aktivitas pendulangan emas gelap di wilayah sekitar Distrik Masni, namun sama sekali tidak berfungsi sehingga baru diketahui ketika ada kecelakaan yang menelan korban jiwa.

Kapolda Papua Barat, Brigjen Rudolf Albert Rodja yang dikonfirmasi melalui Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Mathias Krey, belum dapat memberikan keterangan resmi terkait aktivitas pendulangan emas illegal di Kampung Wasirawi.

Krey mengaku, akan mengkoordinasikan hal tersebut dengan Direktorat reserse kriminal umum (Dit Reskrimum) Polda Papua Barat sebagai satuan kerja (satker) teknis.

Sebelumnya, pada tahun 2017, Polda Papua Barat dibawah pimpinan Irjen Pol Martuani Sormin (Kapolda Papua sekarang),  berhasil menangkap ratusan pekerja kasar di lokasi pendulangan, hingga menetapkan sejumlah tersangka yang berperan sebagai pemodal, bahkan ada sejumlah tersangka WNA asal Cina.

Penyelidikan yang dilakukan oleh tim Ditreskirmum Polda Papua Barat saat itu berhasil menyita puluhan kilo gram emas yang telah dilebur menjadi perhiasan dan juga masih dalam bentuk emas batangan di salah satu toko perhiasan di Makassar Sulsel.

Sementara barang bukti lain yang disita adalah uang hasil penjualan, alat berat (eskafator), helikopter, mesin penyedot material (alkon) serta bahan kimia  yang digunakan untuk memisahkan material dengan emas. (*)

Editor       : Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top