Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Penerapan kartu tani di Kota Jayapura tunggu data valid petani

Petani sayur di jalan baru Pasar Youtefa sedang menanam bibit sayur. – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketersediaan pupuk bagi petani merupakan hal penting untuk meningkatkan produktivitas hasil panen.

Sektor pertanian penting bagi masyarakat petani di Kota Jayapura untuk memenuhi kebutuhan pangan, maka untuk menjamin ketersediaan pupuk salah satunya dengan penerapan sistem kartu tani.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura, Jean Hendrik Rollo mengatakan, penerapan kartu tani ini merupakan salah satu pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi serta mempersempit penyimpangan.

“Penerapan kartu tani juga secara tidak langsung akan mempromosikan transaksi keuangan nontunai ke masyarakat petani, sehingga transaksi bisa menjadi lebih praktis dan efisien,” ujar Rollo di Kantor DPRD Kota Jayapura, Senin (25/11/19).

Data sementara petani di Kota Jayapura yang sudah terdaftar sebanyak 200 kelompok terdiri dari empat ribu petani (padi, buan-buahan, sayuran).

Loading...
;

“Kami terus melakukan pendataan sehingga mendapatkan data petani yang valid. Nanti pertengahan Desember 2019, baru sa (saya) kasih info lagi,” jelas Rollo.

Alokasi pupuk pengguna kartu tani, dikatakan Rollo, berdasarkan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) dan ditanda-tangani ketua kelompok. Lalu dikirim ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura agar dilakukan rekapitulasi.

Dalam RDKK, misalnya 5 ribu ton pupuk dalam setahun alokasi pupuk di Kota Jayapura setiap tahunnya, maka jumlah itu yang harus dihabiskan dalam setahun. Kalau kurang diajukan permintaan baru.

“Penyaluran pupuk bersubsidi diajukan secara berjenjang ke Kementerian Pertanian sesuai kebutuhan. Petani membayar pupuk bersubsidi melaui bank sesuai dengan kuota dan harga pupuk. Bila pupuk sudah sampai ke petani, sudah tidak diragukan lagi karena ada daftar RDKK dan tidak ada perantara,” jelas Rollo.

Salah satu petani sayur di jalan baru Pasar Youtefa, Rizal mengatakan, penerapan kartu tani harus direncanakan dengan baik sehingga pendistribusiannya tepat sasaran.

“Saya pakai pupuk kandang dan pupuk subsidi. Selama ini tidak ada kendala. Kalau kartu tani kan pakai sistem jadi saya harap tidak merepotkan kami untuk dapatkan pupuk bersubsidi ini,” jelas Rizal.

Menurut Rizal, perlu adanya sosialisasi dan pendekatan aktif dengan petani sebagai sasaran penerima program kartu tani, dan melakukan pendataan petani sesuai dengan lahan pertanian sehingga pupuk yang diminta sesuai kebutuhan.

“Saya beli pupuk bersubsidi di toko yang sudah ditetapkan penyalurannya. Pupuk subsidi kalau jenis urea satu karung ukuran 50 kilogram harganya 90 ribu rupiah (1.800 per kilogram). Kalau pupuk organik ukuran karung 50 kilogram harganya 20 ribu rupiah. Kalau penggunaanya sama-sama hemat. Pupuk urea secukupnya saja, begitu juga dengan pupuk organik,” jelas Rizal. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top