Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Penerimaan CPNS, 5 persen untuk non-Papua

Ketua Pemuda Panca Marga (tengah) dan OKP Himapura serta Pemuda Gidi dalam sesi jumpa pers – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Formasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) secara khusus untuk Kabupaten Jayapura yang memilki kuota 600 lebih, sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) di daerah ini minta agar Pemerintah Kabupaten Jayapura menyisakan lima persen dari jumlah tersebut bagi masyarakat non-OAP (orang asli Papua) yang lahir dan besar di daerah ini.

Ketua Pemuda Panca Marga Kabupaten Jayapura, Nelson Yosua Ondi, mengatakan prosentase jumlah penerimaan yang diusulkan ini meliputi 25 persen dari wilayah Tanah Merah, 25 persen dari wilayah Grimenawa, 25 persen dari Sentani, 20 persen bagi OAP dari berbagai suku yang tinggal di Kabupaten Jayapura, serta lima persen bagi non-OAP yang lahir besar di Kabupaten Jayapura.

Selama ini, kata Nelson, prosentase yang diterapkan 80 persen OAP dan 20 persen non-OAP dalam penerimaan CPNS sama sekali tidak Nampak. Padahal kuota jumlah tersebut sangat besar dan penerimaan CPNS yang dilakukan bukan baru sekali.

“Data jumlah pegawai di Kabupaten Jayapura hingga saat ini berjumlah 3.833 orang, yang terdiri data OAP 1.655 orang, sementara non-OAP mencapai 2.178 orang,” ujar Nelson, saat ditemui di Sentani, Sabtu (25/5/2019).

Loading...
;

Dikatakan, prosentase yang diusulkan ini sesungguhnya bagian dari implementasi pemerintah daerah terkait Kebangkitan Masyarakat Adat melalui Kampung Adat yang sudah dicanangkan. Selain itu juga adanya keberpihakan secara jelas kepada OAP yang memiliki potensi serta kemampuan yang harus diberdayakan.

“Semua ini kembali kepada kebijakan pimpinan daerah setempat. Kami juga minta untuk pihak dewan segera bentuk pansus CPNS guna mengawal proses pendaftaran yang sedang berlangsung,” katanya.

Sementara itu, Mellyanus Soumilena, salah satu Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Jayapura (Himapura), mengatakan pihaknya sangat mendukung apa yang telah disampaikan Ketua Pemuda Panca Marga Kabupaten Jayapura.

“Selama ini anak-anak asli tidak mendapat kesempatan, bukan berarti tidak memiliki kemampuan. Prosentase ini akan kami kawal sampai dengan penetapan hasil pendaftaran CPNS yang sedang berlangsung,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Jerby Weya, Ketua Pemuda Gidi Jemaat Elklesia Milinik Sentani. Pihaknya sangat sepakat dengan dua rekan sebelumnya. Menurutnya, Kabupaten Jayapura saat ini sudah maju dengan masyarakat yang heterogen.

“Ada keterwakilan OAP dari berbagai suku di Kabupaten Jayapura tetapi juga OAP secara umum dan juga saudara-saudara kita yang non-OAP. Dengan demikian, jalannya birokrasi ini akan ada perimbangan di sana,” pungkasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top