HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pengenalan kampus untuk mahasiswa baru Stiper

Mahasiswa baru Stiper mendengarkan materi dari seorang dosen ketika mengikuti kegiatan pengenalan kampus – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Lebih 100 mahasiswa baru Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Santo Thomas Aquinas Jayapura mengikuti kegiatan pengenalan kehidupan kampus.

Mahasiswa baru yang akan kuliah di Perguruan Tinggi memerlukan kegiatan pengenalan kehidupan kampus agar sukses selama studi. Pengenalan kampus sangat penting karena cara belajar di Perguruan Tinggi sangat berbeda dari SMA.

Karena alasan itu pula Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Santo Thomas Aquinas Jayapura menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2MB) untuk mahasiswa baru tahun ajaran 2019/2020.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada 23-24 Agustus 2019 tersebut diikuti lebih 100 mahasiswa baru.

Loading...
;

Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Stiper Santo Thomas Aquinas Jayapura, Samuel Jeujanan, mengatakan tahun ini kampusnya menerima 139 mahasiswa baru. Tidak semua yang bisa mengikuti PK2MB, namun yang belum mengikuti akan didorong untuk ikut pada gelombang kedua.

“Kegiatan diadakan di lingkungan kampus dengan pamateri dari Stiper, materi lebih kepada mempersiapkan mahasiswa memahami aturan-aturan yang ada di Perguruan Tinggi dan tata cara pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) serta hal-hal yang berhubungan dengan kampus,” katanya Sabtu, 24 Agustus 2019.

Ia menjelaskan Ketua Stiper memberikan materi arah dan tujuan Stiper, wakil ketua Stiper menjelaskan tentang bidang akademik, wakil ketua dua tentang administrasi dan keuangan. Sedangkan wakil ketua tiga menjelaskan tentang kemahasiswaan.

Selain itu masing-masing program studi menjelaskan tentang program studi dan kurikulum program studi.

Jeujanan mengatakan pengelola kampus juga memperkenalkan kepada mahasiswa baru bagaimana menggunakan e-kampus. E-kampus suatu cara baru yang harus dilakukan seluruh mahasiswa dan dosen.

“Karena e-kampus menggunakan perangkat Teknologi Informasi sehingga untuk mengajarkan ini cukup memakan waktu yang cukup lama dan bagian itu berhubungan dengan akademik sehingga pada hari terakhir kegiatan banyak memakan waktu,” katanya.

Kegiatan berikutnya adalah penghijauan di lingkungan kampus Stiper dengan masing-masing mahasiswa membawa bibit pohon untuk ditanam pada Sabtu sore.

Kegiatan PK2MB, kata Jeujanan, juga melibatkan mahasiswa senior untuk mengelola. Namun kampus sudah mengatur agar tidak ada kekerasan terhadap masiswa baru sehingga tidak terlihat selama pelaksanaan PK2MB di kampus Stiper.

“Kami melakukan PK2MB seperti arahan dan petunjuk dari Kemenristek Dikti juga, jadi jauh-jauh hari sudah kami sampaikan kepada senat mahasiswa yang berhubungan langsung dengan mahasiswa baru dan kami pantau agar tidak boleh ada yang namanya kekerasan dan semua berjalan dengan baik dan juga terhindari dari yang namanya kekerasan,” katanya.

Ia berharap kegiatan dua hari tersebut bermanfaat bagi mahasiswa baru untuk menempuh pendidikan di Stiper.

“Materi yang diberikan hendaknya bermanfaat bagi mereka dalam memposisikan diri dan cara hidup mereka di dalam dunia kampus, karena mereka sudah meninggalkan satu tahapan dari SLTA ke Perguruan Tinggi, selain itu mereka juga sudah bisa mengenal bagaimana berinteraksi dan seperti apa budaya di Perguruan,” kata Jeujanan.

Ketua Stiper Santo Thomas Aquinas Jayapura, Dr. Ir Hendrik Kubelaborbir, mengatakan pengenalan kampus hal positif agar mahasiswa baru dapat memahami aturan-aturan kampus.

“Dengan pengenalan ini mereka bisa mengikuti aturan-aturan kampus dan semua yang ada di kampus Stiper ini, sehingga mereka mengerti belajar di Perguruan Tinggi itu seperti apa,” katanya.

Hendrik mengatakan bahwa PK2MB bertujuan untuk membina mahasiswa baru agar perilaku mereka lebih baik.

“Dengan PK2MB ini mereka bisa mengenal rumah baru mereka ini dan mengerti cara belajar seperti ini dan tidak mengikuti cara lama sejak di bangku SMA,” ujarnya.

Menurut Kubelaborbir untuk penerimaan mahasiswa Stiper tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena mahasiswa yang diterima pada gelombang pertama lebih sedikit.

“Hal ini ada saya sampaikan ke teman-teman, karena tahun ini penerimaan lebih menurun, ada sebanyak 139 mahasiswa baru dan untuk gelombang kedua ini yang saya belum bisa pastikan ada berapa banyak yang sudah mendaftar,” katanya.

Kubelaborbir belum bisa memastikan kenapa jumlah pendaftar menurun.

“Kalau bilang turun itu dialami di semua Perguruan Tinggi, bukan hanya Stiper saja, namun untuk Stiper sendiri di tahun-tahun lalu itu walau tidak mempromosikan kampus namun yang datang mendaftar itu banyak, kalau di tahun ini mungkin karena tidak ada yang sesuai dengan bidang studi yang mereka mau atau bagaimana,” katanya.

Sementara itu di Kota Bandung, empat koordinator wilayah Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua yang meliputi Jayawijaya, Tolikara, Lanny Jaya, dan Mamberamo Tengah di kota studi Bandung menggelar kegiatan penyambutan mahasiswa baru (maba) angkatan 2019/2020.

“Kegiatan penyambutan maba ini berlangsung selama tiga hari, Jumat sampai Minggu, 23-25 Agustus 2019,” kata Frangky Gombo, ketua panitia penyambutan mahasiswa baru kepada Jubi melalui WhatsApp.

Franky menjelaskan, kegiatan yang berlangsung di villa Argapuri, Gamboeng, Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat diikuti delapan orang. (*)

Editor: Syofiardi

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top