Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pengolah minyak ilegal ditangkap

Rambu tumpahan minyak, pixabay.com

Kesulitan menyimpan barang bukti setelah dilakukan penangkapan.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jambi, Jubi – Tim Ditrektorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi menangkap 10 orang tersangka pengolah minyak ilegal atau ilegal drilling. Mereka melakukan aktivitas pengolahan di jalan Ness 6 Desa Batin, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi.

“Dari sepuluh tersangka satu di antaranya menjadi tahanan kota karena sakit dan istirnya lumpuh,” kata Kanit II Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Jambi, Ajun Komisaris Sahlan Umagapi, Senin, (11/11/2019).

Baca juga : Penimbun BBM sering monopoli antrean di SPBU, kerap bikin nyaris adu otot

Loading...
;

Warga Sentani keluhkan kelangkaan BBM

Antrean panjang truk di sejumlah SPBU, Pertamina berdalih penyaluran BBM lancar

Sahlan mengaku kesulitan menyimpan barang bukti setelah dilakukan penangkapan. Sedangkan upaya penyerahan ke SKK Migas baru bisa dilakukan jika sudah putusan hukum tetap  atau incrah.

“Barang bukti sudah ada, Jaksa dan pengadilan kalau tangkapan mau simpan dimana selama proses di Jaksa dan persidangan,” kata Sahlan menambahkan.

Ia berjanji akan menelusuri kemana arah aliran minyak dari para tersangka tersebut. Bahkan menurutnya tidak menutup kemungkinan mengalir ke perusahaan perusahaan.

Tercatat semua pelaku ditangkap di lokasi pengolahan minyak, meski berhasil menangkap para tersangka tersebut. Namun kepolisian tidak dapat mengungkap dan menangkap pemilik tungku pengolahan minyak ilegal itu.

“Polisi masih memburu pemilik sumur minyak ilegal berinisial S masih kita DPOkan sampai saat ini,” katanya.

Selain menangkap tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa, 17 drum berisi minyak tanah olahan, 5 drum BBM Solar olahan, serta alat pemasak minyak mentah. Namun, barang bukti itu tidak bisa diangkut ke Mapolda Jambi, karena tidak ada tempat yang aman untuk mengamankan barang bukti yang sangat mudah terbakar itu.

Para tersangka dijerat dengan pasal 53 huruf A Undang unang RI nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas, dengan amcaman paling lama 5 tahun bui dan denda paling banyak Rp50 miliar. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top