Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pengungkapan mata-mata China di Australia meresahkan

Ilustrasi, pixabay.com

Laporan media menyebutkan pencari suaka itu merinci usaha-usaha Beijing untuk menyusupi sistem politik di Australia, Hong Kong dan Taiwan

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Melbourne, Jubi– Para politisi Australia menyebut sejumlah laporan media tentang seorang pria pencari suaka yang mengklaim sebagai agen dinas rahasia China  sangat meresahkan. Laporan media menyebutkan pencari suaka itu merinci usaha-usaha Beijing untuk menyusupi sistem politik di Australia, Hong Kong dan Taiwan.

Hubungan Australia yang kaya sumber daya dengan China telah memburuk dalam beberapa tahun belakangan, di tengah-tengah tuduhan-tuduhan bahwa mitra dagangnya yang paling penting itu campur tangan dalam urusan domestik, sementara Canberra khawatir China berusaha menanamkan pengaruh di kawasan Pasifik.

“Ini laporan-laporan yang sangat meresahkan,” ujar Menteri Keuangan  Australia Josh Frydenberg, seraya menambahkan lembaga-lembaga hukum pemerintah sedang menangani hal itu dan tidak akan berkomentar mengenai kasus-kasus individu.

Baca juga : Bougainville, rebutan SDA antara Amerika Serikat dan China

Loading...
;

AS prihatin upaya China pengaruhi Pemilu Taiwan

Peranakan China Melanesia di Pasifik Selatan

Pembelot yang diidentifikasi sebagai Wang “William” Liqiang oleh jejaring surat kabar Nine, memberikan pernyataan berdasarkan sumpah kepada Organisasi Intelijen Keamanan Australia (ASIO). Ia  mengidentifikasi pejabat-pejabat intelijen senior militer di Hong Kong.

Dia juga mengungkap rincian-rincian bagaimana mereka mendanai dan melakukan operasi campur tangan politik di Taiwan dan Australia, kata surat kabar the Age.

Reuters melaporkan bahwa intelijen Australia meyakini China bertanggung jawab atas serangan siber atas parlemen nasional dan tiga partai politik terbesar sebelum pemilihan umum pada Mei, China membantah tuduhan-tuduhan tersebut.

Wang mengatakan ia bagian dari operasi intelijen di sebuah perusahaan yang terdaftar di bursa Hong Kong, yang menyusupi universitas-universitas dan media.

“Saya pribadi terlibat dan ikut serta dalam serangkaian kegiatan mata-mata,” kata Wang yang dikutipnya dalam pernyataan pada Oktober kepada lembaga intelijen itu.

ASIO menolak berkomentar, hanya mengatakan bahwa pihaknya tidak mengomentari hal-hal operasional dan individu. Departemen Dalam Negeri Australia menyatakan pihaknya tidak memberikan komentar mengenai kasus-kasus individual.

Editor : Edi Faisol

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top