Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pengungsi Banjir Bandang Sentani alami krisis air bersih

Petugas BPBD Kabupaten Jayapura meninjau lokasi terdampak banjir bandang di Sentani yang terjadi pada 16 Maret tahun lalu – Jubi/Yance Wenda.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Pengungsi Banjir Bandang Sentani mengeluhkan kebutuhan air bersih di lokasi penampungan mereka. Sudah sejak lama pasokannya berhenti.

“Sejak ada bantuan tangki, tidak ada (lagi) air bersih yang diantar (ke penampungan pengungsi). Ada atau memang tidak ada (bantuan air bersih), kami juga tidak mengerti,” kata pengungsi di Kampung Toladan, Menies Tabuni, Sabtu (18/1/2020).

Saat ini masih terdapat 221 keluarga korban banjir Sentani menghuni sejumlah lokasi pengungsian.  Lokasi pengungsian itu berada di Kampung Toladan, Kemiri, Polomo, Jalan Pasir, dan Puspenka Sentani.

Air bersih menjadi salah satu kebutuhan vital buat pengungsi. Mereka selama ini menampung air hujan atau membeli air kemasan untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari. Adapun untuk keperluan mencuci dan mandi, para pengungsi harus mengambil air di sekitar kediaman mereka yang sangat jauh jaraknya dari lokasi pengungsian.

“Kami susah mendapat air bersih sehingga terpaksa gunakan air yang kotor. Mau bagaimana lagi?,” keluh Tabuni.

Berdasarkan pemantauan Jubi, kesulitan air bersih juga terjadi di lokasi penampungan pengungsi di Jalan Pasir, Sentani. Para pengungsi berharap pemerintah setempat memperhatikan kebutuhan air bersih buat mereka.

Loading...
;

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura Sumartono mengonfimasi kebutuhan air bersih rutin dipasok ke setiap lokasi pengungsian. “Air (bersih) kami masih antar terus (ke setiap penampungan pengungsi) dua kali sehari, pagi dan sore.”

Dia juga memastikan bantuan makanan dan minuman juga masih lancar-lancar saja. Adapun bantuan lain, semisal perbaikan kembali permukiman pengungsi masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat di Jakarta.

“Kami juga tidak mau lama-lama (menundanya), tetapi yang memberi keputusan bukan kami. Kami hanya memfasilitasi penyampaian laporan (bantuan kepada pemerintah pusat),” kata Sumartono.  (*)

 

Editor: Aries Munandar

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top