HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pengungsi Nduga di Jayawijaya tolak bantuan Menteri PPA

Pertemuan Menteri Yohana Yambise bersama para pengungsi Nduga di halaman gereja Kingmi jemaat Weneroma, Ilekma, Jayawijaya-Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Yohana Yambise, dalam kunjungannya ke Jayawijaya menyempatkan diri bertemu dengan para masyarakat Nduga yang mengungsi ke di wilayah itu. Pertemuan dilangsungkan di halaman gereja Kingmi Jemaat Weneroma, Kamis (8/8/2019).

“Saya datang ingin berdialog khususnya dengan mama-mama dan anak-anak, apa yang disampaikan nantinya saya akan sampaikan ke Presiden. Yang penting saya sudah bertemu dan menerima masukan dan keinginan masyarakat Nduga,” katanya.

Dalam kunjungannya itu, Yohana sempat membawa sejumlah barang kebutuhan bagi mama-mama dan anak-anak seperti pakaian, namun hal itu kembali ditolak ratusan masyarakat yang hadir.

Mereka berpikir, bantuan itu tetap ada unsur dari TNI dan Polri sehingga mereka menolak bantuan itu dan akhirnya bantuan yang sempat diturunkan dari mobil rombongan menteri, dinaikkan kembali ke dalam mobil.

Loading...
;

“Kami tidak butuh bantuan bahan makanan atau apapun, yang kami minta hanya tarik pasukan dari wilayah Nduga agar kami masyarakat bisa kembali ke kampung kami,” kata seorang warga.

Bahkan ia berkata, jika bantuan bahan makanan yang diberikan diterima percuma, karena peralatan untuk memasak mereka tidak punya, mereka hanya menumpang di kerabat mereka.

Seorang mama, Kiniminik Gwijangge di hadapan menteri mengatakan, hingga kini ia masih merasa bingung dan sedih kenapa ia sampai bisa berada di Wamena.

“Saya tidak mau tinggal di Wamena, saya mau kembali biar bisa berkebun lagi buat makan, tetapi di kampung saya sekarang banyak orang yang saya tidak kenal, makanya ibu menteri tolong sampaikan ke Presiden kembalikan orang-orang yang saya tidak kenal itu,” katanya.

Seorang mama lainnya juga meminta kepada menteri untuk menyampaikan ke Presiden untuk menarik pasukan dari Nduga. Karena menurut dia, akibat kehadiran aparat membuat anaknya mengalami cacat di bagian kaki.

“Anak yang saya lahirkan di hutan, terkena sesuatu yang dilempar dari udara dan kami tidak tahu itu apa tetapi macam keluar asap. Terkena anak saya, langsung luka. Sampai sekarang tidak mendapatkan penanganan kesehatan,” katanya.

Ia menambahkan, jika ia bersama keluarganya yang mengungsi ke Wamena tidak ingin mati di Wamena, sehingga ia meminta untuk kembalikan mereka ke kampungnya.

“Saya malu ketemu ibu menteri karena pakaian saya begini, tetapi karena ibu menteri ini perempuan Papua, maka saya minta agar sampaikan ke presiden untuk kembalikan kami ke kampung dan tarik pasukan,” katanya.

Di penghujung pertemuan itu, menteri Yohana menyampaikan jika memang masyarakat menolak bantuan tidak menjadi masalah. Ia mengaku hanya ingin bertemu masyarakat Nduga yang mengungsi mendengar apa yang diinginkan dan melaporkan ke presiden.

“Saya datang ke Jayawijaya dapat undangan membuka FBLB, kebetulan saya juga mendengar jika di Jayawijaya ini ada pengungsi Nduga makanya saya datang lihat,” kata Yambise di hadapan masyarakat. (*)

Editor: Syam Terrajana

 

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top