Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Penimbun BBM sering monopoli antrean di SPBU, kerap bikin nyaris adu otot

 

Para supir angkutan lintas di depan SPBU Oyehe Jubi/Titus Ruban.

Papua No. 1 News Portal | Jubi
Nabire, Jubi – Nabire memiliki empat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBBU) yang berada di dalam kota. Namun belum dapat memenuhi kebutuhan pelanggan, khususnya sopir lintas (Nabire pedalaman). Mereka selalu mengeluh, pasalnya, sering kali tidak kebagian BBM jenis solar. Sering terjadi adu mulut dan nyaris bentrok.

Informasi yang dihimpun Jubi, para sopir lintas ini saban hari dan diusir manakala hendak menggisi bahan bakarnya. Tindakan itu dilakukan oleh petugas SPBU dan para sopir mobil modifikasi (mobil nangka, istilah lokal untuk menampung solar) yang ingin memonopoli BBM jenis solar. Salah satu SPBU yang sering melakukan tindakan tersebut adalah SPBBU bernomor 84 998 01 yang berada di kelurahah Oheye Distrik Nabire ini.

Jumardi, salah satu sopir lintas menuturkan, ia bersama rekannya sering tidak kebagian solar jika sedang antrian. Itu terjadi hampir saban hari. Biasanya, penjualan dibuka pukul 08.00 dan paling lambat dua jam kemudian sudah habis kata petugas. Padahal disaat yang bersamaan masih ada mobil nangka yang sedang melakukan pengisian, jika di paksa masuk pasti terjadi adu mulut bahkan perkelahian.

“Kami sering disuruh keluar oleh petugas SPBU dan sopir mobil nangka. Kalau kami paksa pasti berkelahi,” tutur Jumardi usai adu mulut di SPBU itu pada Sabtu (9/11/2019).

Loading...
;

Dikatakan, kejadian ini hampir setiap hari terjadi. Pasalnya jika SPBU sudah dibuka, tentu mobil menimbun BBM akan duluan antri dan diberi keleluasaan oleh petugas umum melakukan pengisian.

Sebenarnya kata dia, pihaknya ingin mencari solusinya, khususnya BBM jenis solar subsidi namun belum ada titik terang. Mobil penimbun sering monopoli. Bila tidak di SPBU Oyehe, sopir lintas lantas mencari ke SPBU lain, itu kalau kebagian solar.

“Tangki kami standar. Kalau mau bayar kami juga bisa. Ini sudah ada beberapa kawan yang di pukul dan saya sendiri pernah dua tahun lalu. Ini tadi hampir lagi orang berkelahi,” kata dia.

Untuk itu Jumadi dan kawan kawannya berharap kepada pemerintah untuk bisa mencari jalan keluar untuk mengatasi persoalan penimbbukan BBM di Nabire.

Menurut dia persoalan penimbunan BBM jenis solar sering terjadi kurun waktu 10 tahun belakangan.

Petugas SPBU sering kali bekerja sama dengan para sopir penimbun dan mempersempit sopir lintas untuk melakukan pengisian. Padahal kata dia, sopir lintas hanya membutuhkan BBM secukupnya dengan tangki standar yang dimikili. Sementara untuk peminbun bisa ratusan liter ukuran tangkinya.

“Sering hadapi kendala. Waktu teman teman dapat lukul juga sudah mengadu tapi tidak ada jalan keluar. Kami sekarang hanya bisa berpasrah kepada media untuk bisa mengungkap persoalan ini ke publik,” harapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Metrologi Dinas Perdagangan Kabupaten Nabire, Faldomiro Sanggenafa mengakui jika hampir seluruh SPBU di daerah ini bekerjasama dengan penimbun dan monopoli BBM.

Ia bahkan mengiyakan jika sering terjadi pertengkaran antara petugas SPBU dibantu sopir penimbun dengan pelanggan.

“Benar masalah ini sudah sering terjadi. Tapi kami dalam melakukan pengawasan tidak bisa berbuat banyak sebab rata rata ada bekingan oknum tertentu,” kata Sanggenafa.

Dia berencana dalam waktu dekat, melakukan koordinasi dengan pimpinan dan OPD terkait untuk menyelesaikan kasus ini. Bila perlu kata Faldo, BBM subsidi harus dihentikan sementara guna menata ulamng peredaran BBM di Nabire.

“Kami akan koordinasi dengan pimpinan untukturun langsung melihat. Bila perlu subsidi dihentikan sampai ada penertiban,” tandasnya.

Jubi belum mendapat konfirmasi dari pihak otoriter SPBU 84 998 01 Nabire. Beberapa awak media yang mengambil gambar dilarang petugas SPBU . (*)

Editor: Syam Terrajana

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top