Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pentingnya mengatur iklan minuman beralkohol di Samoa

Pemerintah Samoa sedang menyusun RUU baru untuk mengatur periklanan dan pemasaran produk-produk minuman beralkohol di Samoa. – Samoa Observer

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sayangnya kita memasuki tahun baru ini dengan meningkatnya tindak kejahatan terkait alkohol, yang menyebabkan kekerasan dan kerugian. Tahun lalu ada sejumlah kematian yang disebabkan oleh konsumsi alkohol.

Dalam satu kasus penikaman pada Selasa malam pekan lalu di Fugalei – yang mengakibatkan satu korban dilarikan ke rumah sakit dan terdakwa digugat dengan percobaan pembunuhan dan ditahan sambil menanti gilirannya di pengadilan – alkohol adalah salah satu faktor pendukung, menurut Komisaris Polisi, Fuiavaili’ili Egon Keil.

Pada September tahun lalu, Fuiavaili’ili meminta Badan Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol untuk mengambil tindakan yang tegas, setelah polisi menemukan minuman beralkohol sebagai faktor utama di balik beberapa kasus pembunuhan yang diselidiki.

Namun Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol dan Menteri Kepabeanan dan Pendapatan Negara, Tialavea Tionisio Hunt, mengungkapkan betapa sulitnya mengendalikan kebiasaan anggota masyarakat dalam mengonsumsi alkohol dan peningkatan angka kejahatan, meskipun pajak minuman beralkohol dinaikkan.

Hampir lima bulan sejak itu, Menteri Tialavea mengumumkan bahwa pemerintah sedang menyusun satu undang-undang yang baru, untuk mengatur periklanan dan pemasaran produk-produk beralkohol di Samoa.

RUU itu akan diajukan ke Parlemen Samoa tahun ini, dan jika disahkan, akan menggantikan UU mengenai minuman keras, Liquor Act 2011.

Loading...
;

Upaya Pemerintah Samoa untuk menyelesaikan masalah ini – melalui Badan Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol – telah dilakukan dengan gegabah. Upaya untuk menaikkan pajak minuman beralkohol ini kemudian dikurangi lagi, untuk menanggapi kekhawatiran yang diungkapkan oleh industri pariwisata, dan akhirnya hal ini memalukan pemerintah karena tidak menerima pajak tersebut sementara perusahaan-perusahaan lokal mengantongi keuntungan mereka.

Keputusan untuk menjauhkan anak-anak dari iklan alkohol itu benar secara moral, mengingat dampak jangka panjangnya bagi generasi masa depan.

Kita percaya Badan Pengawasan Minuman Beralkohol harus mempertahankan pikiran yang terbuka ketika menyusun undang-undang penting ini, dan belajar dari apa yang dilakukan negara-negara lain dalam hal ini.

Di Selandia Baru, iklan minuman beralkohol tidak boleh ditujukan pada anak-anak di bawah umur, baik dari segi konten maupun penempatannya; di Australia, iklan minuman alkohol tidak boleh menggambarkan orang dewasa berusia di bawah 25 tahun; di Thailand ber-swafoto dengan bir bisa menyebabkan hukuman penjara; dan iklan-iklan minuman alkohol di Inggris tidak boleh mendorong minuman yang berlebihan.

Pengalaman Australia juga bisa membantu Badan Pengawasan Minuman Beralkohol dan pemerintah dalam menghadapi tantangan pemasaran media sosial dari minuman beralkohol, terutama dengan semakin populernya Facebook dan Instagram di Samoa.

Hasil penelitian yang dirilis tahun lalu menemukan 75% dari 70 selebritas daring Instagram teratas Australia menyertakan minuman beralkohol di akun mereka, dengan hanya 25% dari mereka yang mengungkapkan bahwa mereka dibayar oleh perusahaan-perusahaan minuman beralkohol.

Dan selain dampak konsumsi alkohol yang tinggi atas tingkat kejahatan, kekerasan, dan perilaku anti-sosial di Samoa, kita tidak boleh melupakan kerugian alkohol secara menyeluruh bagi masyarakat.

Tahun lalu badan pengawas minuman alkohol nasional Selandia Baru, Alcohol Action New Zealand (AANZ), mengkritik Pemerintah Selandia Baru karena tidak menindaklanjuti rekomendasi dari hasil penyelidikan badan kesehatan mental dan gangguan kecanduan dalam memperkuat peraturan terkait alkohol.

Kelompok itu memperkirakan bahwa 8.000 orang Selandia Baru meninggal prematur dalam dekade terakhir karena alkohol, dan alkohol merupakan faktor penyebab 700.000 kekerasan fisik dan seksual, sekitar 30.000 bayi lahir dengan kerusakan otak terkait alkohol, dan lebih dari NZ $ 70 miliar dalam biaya sosial dalam lebih dari 10 tahun terakhir.

Data AANZ membuat kita bertanya-tanya, berapa kerugiannya di Samoa dalam hal tingkat kejahatan, kesehatan dan biaya sosial? Sebuah studi nasional independen, yang temuan dan rekomendasinya akan digunakan untuk merumuskan strategi alkohol nasional, harus menjadi prioritas Pemerintah Samoa.

Satu hal yang kita tahu adalah bahwa tindak kriminal terkait alkohol telah meningkat, terutama untuk kejahatan dengan kekerasan dan mengemudi di bawah pengaruh alkohol (driving under the influence atau DUI) yang telah menyebabkan lebih banyak yang meninggal di jalan-jalan kita.

Kita mengakui keprihatinan yang diungkapkan oleh Menteri Tialavea tentang perlunya melindungi pabrik-pabrik produsen alkohol yang dibuat secara lokal, dan merekomendasikan bahwa mereka juga harus menjadi bagian dari percakapan ini untuk mewakili industri lokal.

Bahkan Badan Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol harus mengambil pendekatan holistis dan juga mengundang kementerian-kementerian terkait, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Kepolisian, dan Kementerian Perempuan, Pengembangan Masyarakat dan Sosial.

Melibatkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memberikan nasihat teknis kepada semua pemangku kepentingan, karena kerjanya yang meluas dalam pengonsumsian minuman beralkohol dan dampaknya secara global, juga adalah langkah yang cerdas.

Masukan dari tiga kementerian tadi, WHO, dan industri lokal dalam perumusan RUU ini akan sangat membantu untuk memastikan penyalahgunaan minuman alkohol yang berbahaya di Samoa dapat diminimalkan.

Tetapi yang lebih penting lagi, memastikan bahwa anggota masyarakat Samoa yang paling rentan dan yang belia, tidak menjadi korban penyalahgunaan alkohol karena pengiklanan dan pemasaran yang melenceng, yang mungkin memanfaatkan celah dalam RUU yang diusulkan.

Saat ini, peraturan ini sangat penting, terutama untuk negara kecil dimana-mana ada iklan minuman beralkohol menatap kita. Peraturan ini pada akhirnya harus mengarah pada program edukasi dan acara-acara berbasis masyarakat lainnya, mengenai konsumsi minuman beralkohol yang bertanggung jawab. (Samoa Observer)

Editorial Samoa Observer

 

Editor: Kristianto Galuwo

 

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top