Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Penyalahgunaan armada pemerintah Vanuatu buang uang rakyat

Salah satu kendaraan milik pemerintah saat kecelakaan. – DVU

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Artikel ini membahas mobil, secara detail dan panjang lebar. Namun artikel ini adalah tentang tanggung jawab pemerintah dan pegawai negeri sipil dalam menggunakan uang rakyat. Ini hanyalah satu dari banyak contoh lainnya.

Salah satu cara terbaik untuk menilai efisiensi sistem pemerintahan, adalah dengan melihat bagaimana pegawai negeri sipil melihat dan memperlakukan diri mereka sendiri. Dan di Vanuatu, salah satu indikator yang paling berarti adalah mobil.

Berdasarkan penelitian dan pola pembelanjaan di masa lalu, Vanuatu Business Review memperkirakan bahwa pengeluaran negara terkait kendaraan pada tahun 2018, adalah sekitar VT 750 juta lebih tinggi dari anggaran yang dialokasikan. Itu adalah pengeluaran yang berlebihan.

Mobil adalah barang yang mewah. Mereka mungkin penting untuk melakukan pelayanan publik, tetapi sebagian besar orang di Vanuatu hidup tanpa memiliki mobil. Memiliki mobil baru adalah salah satu tanda paling jelas bahwa Anda sudah berhasil.

Loading...
;

Oleh karena itu, tidak mengejutkan jika pengeluaran untuk mobil dan pengurusannya terus menerus melebihi anggaran hingga ratusan juta.

Berapa tepatnya? Kita tidak tahu.

Sejak Desember 2018, Business Review telah berupaya untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas tentang berapa tepatnya biaya administrasi untuk kendaraan baru dan pengganti. Empat permintaan terpisah telah diajukan ke Kementerian Keuangan dan Perbendaharaan, untuk laporan bulanan yang terperinci tentang pengadaan mobil. Meskipun sudah ada instruksi langsung dari Direktur Jenderal untuk memberikan informasi ini kepada kami, dan walaupun sudah diingatkan berkali-kali, tidak ada tanggapan yang diterima Business Review.

Ketika terlihat jelas tidak akan ada kerja sama dalam memberikan informasi, kita mencoba taktik baru: divisi pengelola armada pemerintah, atau Fleet Management division, di bawah Komisi Pelayanan, Public Service Commission atau PSC. Meskipun pertemuan awal kita produktif, divisi ini juga gagal memberikan daftar penggantian dan pembelian kendaraan baru setiap bulannya.

Kami lalu bertemu dengan Ketua PSC. Dia juga memberikan respons positif, dan berbagi mengenai tantangan-tantangan yang dihadapi kantornya sejak ditugaskan dengan manajemen kendaraan pada 2017. Beberapa laporan ini diterbitkan baru-baru ini di koran Daily Post. Tetapi belum ada daftar yang dibagikan dengan kita.

Pengeluaran uang rakyat yang berlebihan

Dengan terbatasnya informasi yang ada saat ini, Business Review hanya memperoleh salinan dari laporan yang disiapkan pada tahun 2016 atas permintaan menteri dari kementerian terkait, Jotham Napat.

Pada Februari 2016, Napat mengungkapkan kepada Daily Post bahwa armada kendaraan pemerintah akan dikurangi, bahwa penggunaan kendaraan pemerintah akan lebih dipantau dan diatur dengan ketat, dan pengeluaran dalam urusan ini akan dikurangi.

Sangat penting bagi perekonomian kita,” katanya, “untuk memastikan uang rakyat tidak terbuang sia-sia. Rencananya kami akan mengurangi jumlah mobil pemerintah di jalanan.”

Yang terjadi justru sebaliknya. Pada akhir 2018, pemerintah telah melampaui hampir 550% anggaran penggantian kendaraannya. Persentase pengeluaran untuk membeli kendaraan baru sedikit lebih tinggi dari itu.

Pada 2018, Pemerintah Vanuatu menghabiskan VT 175,4 juta untuk membeli mobil baru. Seharusnya dana yang dihabiskan hanya sedikit lebih dari VT 32 juta. Berdasarkan harga rata-rata mobil sekitar VT 2,95 juta, itu berarti 60 mobil baru dalam armada PSC yang diperkirakan memiliki 300 kendaraan. Jumlah pengeluaran terkait  kendaraan pada 2018 berada di sekitar VT 750 juta.

Antara 2012 dan 2015, pembelian kendaraan baru mencakup sekitar 23% dari pembelanjaan terkait kendaraan.

Itu adalah pengeluaran yang tidak dianggarkan, bukan anggaran.

Upaya kurangi penyalahgunaan mobil gagal

Meskipun demikian, harus juga diingat bahwa biaya sewa kendaraan telah turun drastis, dan jumlah mobil yang rusak, tak ada kejelasannya, atau diabaikan tanpa diperbaiki, sekarang lebih rendah daripada saat laporan itu disampaikan kepada Dewan Menteri (CoM).

Pada Agustus tahun lalu, PSC dengan bangga mengumumkan bahwa pengeluaran negara untuk bahan bakar diprediksikan akan turun di bawah VT 100 juta, untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, laporan dari oknum-oknum yang lebih mengetahui situasi tersebut, menyarankan bahwa penghematan itu bisa lebih besar lagi, jika penawar terendah dalam proses tender pemasokan bahan bakar kepada pemerintah dipilih.

Tetapi terlihat jelas adanya penghematan yang besar. Laporan armada pada 2016 menunjukkan bahwa direktur-direktur, dirjen-dirjen, dan menteri-menteri dialokasikan VT 7.000 hingga VT 10.000 setiap minggunya untuk bahan bakar kendaraan. Beberapa departemen menyediakan kartu prabayar bahan bakar, yang juga dapat digunakan untuk membeli barang-barang di toko.

Pelacakan menggunakan GPS juga digunakan dalam proses mendisiplinkan pengguna kendaraan negara, perwakilan PSC mengungkapkan kepada Business Review. Tetapi staf tidak memberikan banyak informasi, hanya menyatakan bahwa lebih dari satu departemen gagal mengurangi penyalahgunaan kendaraan, bahkan saat ada bukti yang jelas bahwa kendaraan pemerintah dilaporkan ada di tempat yang salah pada waktu yang salah.

Impunitas departemen pemerintahan

Sejak CoM sepakat untuk menempatkan manajemen kendaraan di bawah satu atap, beberapa departemen dan kantor-kantor mulai mencoba mencari jalan keluar.

Beberapa kantor termasuk, Jaksa Penuntut Umum, Komisi Layanan Kepolisian, Republik Vanuatu, dan lainnya semua mencari alternatif ketika PSC mendirikan Fleet Management Division mereka. Mereka menegaskan bahwa kantor mereka tidak tunduk pada pengawasan divisi itu, dan mulai mengganti plat kendaraan mereka bukan dengan awalan G (untuk pemerintah) seperti biasanya, tetapi dengan PP, POL, dan RV.

Berapa banyak kendaraan yang terpengaruh? Kita tidak tahu. Yang kita tahu bahwa ada kurang dari 20 kendaraan berplat RV pada terdaftar resmi pada akhir 2016. Jumlah kendaran dengan plat RV yang kita tahu saat ini mencapai 40-an.

Keluhan-keluhan dalam laporan 2016

Berikut ini adalah beberapa contoh penting dari laporan pada 2016. Banyak dari persoalan ini masih relevan hari ini.

Satu, kementerian berkata bahwa semua kendaraan dibawa pulang ke rumah karena mereka ‘tidak aman untuk ditinggal satu malam di kantor’, laporan bahwa anggota parlemen (MP) sering terlihat menggunakan kendaraan berplat G tanpa kejelasan, kendaraan dipegang oleh staf yang tidak memiliki hak atau izin resmi untuk menggunakan kendaraan di luar jam kerja, kecelakaan-kecelakaan tidak dilaporkan kepada pihak berwenang, serta tidak ada batasan untuk penggunaan bahan bakar, Ketika anggaran untuk membeli bahan bakar habis, dana yang diperlukan akan dikeluarkan dari anggaran lain.

Penggunaan kendaraan itu seharusnya dapat diatur

Tidak semua laporannya tentang mobil itu buruk. Terutama, ada beberapa kendaraan yang dibeli oleh donor dilaporkan dirawat dengan baik dan digunakan dengan tepat, semua karena persyaratan pelaporan yang ketat. Buku log disimpan dan bahan bakar dianggarkan dengan hati-hati.

Jika hal ini menunjukkan satu hal, itu adalah penggunaan kendaraan itu dapat diatur.

Sementara itu, kita tahu kalau ratusan juta vatu disia-siakan akibat perilaku ceroboh yang dimulai dari tingkat paling atas, dan turun ke semua layanan publik kita. (Daily Post Vanuatu)


Editor: Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top