Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Penyuluhan bahasa Indonesia bagi jurnalis harus sering dilakukan

Para jurnalis dari berbagai media di Nabire mengikuti penyuluhan penggunaan bahasa Indonesia. – Jubi/Titus Ruban

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Jurnalis bukan saja memiliki tugas dan fungsi yang sangat strategis dalam mengisi pembangunan. Tetapi juga sebagai fungsi kontrol dan jembatan komunikasi antara pemerintah dan publik.

“Misalnya media kami di RRI, bukan saja menyajikan pemberitaan. Tetapi juga sebagai media hiburan dan pendidikan,” kata Amir Kadang, Kepala Seksi Pemberitaan RRI Nabire saat mengikuti penyuluhan penggunaan bahasa Indonesia pada media massa di Kabupaten Nabire, Jumat (27/9/2019).

Untuk itu kata Amir Kadang, penyuluhan tentang bahasa Indonesia pada media massa harus perlu dilakukan. Sebab bahasa Indonesia terus berkembang, antara lain karena banyaknya kata serapan bahasa Indonesia yang diambil dari bahasa asing atau bahasa daerah.”Jika ada penambahan kata dalam bahasa indonesia, perlu disosialisasikan kepada khalayak umum termasuk insan pers,” kata Amir.

Amir berpesan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Balai Bahasa Papua untuk terus menyosialisasikan perkembangan bahasa Indonesia kepada para jurnalis di Nabire. Sebab karya jurnalistik seorang wartawan akan mempengaruhi opini masyarakat.

Loading...
;

“Tidak hanya kepada guru dan dosen, tetapi juga kepada media. Melalui wartawan, masyarakat dapat memahami berita dengan baik dan benar,” katanya.

Peserta lainnya, Fransiskus Kobepa dari media daring papualives.com mengapresiasi penyuluhan bahasa Indonesia itu. Menurutnya, penyuluhan itu sangat positif, karena para jurnalis di Nabire jarang mendapat pelajaran tentang menulis, khususnya terkait penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Ketua panitia penyuluhan, Asmabuasappe dari Balai Bahasa Papua mengatakan kata merupakan senjata bagi para jurnalis. Kemampuan dalam memilih kata, merangkai menjadi kalimat, serta berkembang menjadi sebuah paragraf akan menentukan kualitas berita seorang jurnalis. “Hal ini akan mempengaruhi masyarakat sebagai pembaca menjadi lebih baik,” ujar Asmabuasappe.

Asmabuasappe menyatakan tujuan penyuluhan bahasa itu adalah menambah wawasan dan ilmu para peserta, khususnya dalam menguasai berbagai kaidah bahasa Indonesia seperti ejaan, pilihan kata, kalimat, hingga paragraf. Penyuluhan itu diharapkan akan meningkatkan sikap positif peserta dalam menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar dalam penyajian berita.

“Ini yang mendasari kami untuk berbagi pengetahuan bagi para jurnalis di Nabire dalam menyajikan berita. Ilmu ini harus diterapkan. Kalau bukan kita siapa lagi. Jadi mari kita utamakan bahasa Indonesia” ujarnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top