Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Perang dagang AS-China semakin memanas

Ilustrasi pixabay.com

China membiarkan nilai yuan jatuh ke titik terendah dalam lebih satu dasawarsa terakhir ini.

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Washington, Jubi – Perang dagang yang telah berjalan selama setahun antara Amerika Serikat dan China semakin memanas saat Washington menuding Beijing memanipulasi mata uangnya pada Senin (5/8/2019). Tuduhan itu dilancarkan AS setelah China membiarkan nilai yuan jatuh ke titik terendah dalam lebih satu dasawarsa terakhir ini.

Baca juga : Balas Uni Eropa, AS siapkan sejumlah sanksi perdagangan

Departemen Keuangan AS mengumumkan pada Senin malam bahwa pertama kali sejak 1994, menyatakan China sedang memanipulasi mata uangnya.

Loading...
;

Akibatnya dolar AS terpukul keras hingga nilainya turun dan harga emas meningkat ke harga tertinggi dalam enam tahun belakangan.

Penyebutan oleh Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin itu memulai proses resmi perundingan bilateral antara kedua negara ekonomi terbesar di dunia itu, juga merupakan pemenuhan janji yang dinyatakan Donald Trump pada hari pertamanya menjabat sebagai presiden Amerika Serikat.

“Sebagai tindak lanjut dari penyebutan ini, Menteri Mnuchin akan berhubungan dengan Dana Moneter Internasional untuk menghapuskan keuntungan kompetitif yang tidak adil itu, yang ditimbulkan oleh tindakan terbaru China,” kata Departemen Keuangan.

Sedangkan Dana Moneter Internasional (IMF) belum berkomentar. Namun pada bulan lalu, lembaga global peminjam dana itu mengatakan yuan China secara luas sudah sesuai dengan dasar-dasar ekonomi, sementara dolar AS ditetapkan terlalu tinggi 6 persen menjadi 12 persen.

Penyebutan bahwa China melakukan manipulasi, dikeluarkan setelah China membiarkan mata uangnya melemah 1,4 persen hingga membuat nilai tukarnya melebihi tingkat kunci, yaitu 7 per dolar, untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.

Beijing juga berhenti membeli produk pertanian AS sehingga memanaskan perang dagang, yang sudah terlebih dulu mengacaukan pasar uang, mengganggu rantai pasokan serta memperlambat pertumbuhan global.

Bahkan sebelum penyebutan dinyatakan, Trump di Twitter pada Senin sudah menuding Beijing sedang memanipulasi mata uangnya. (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top